Perjalanan mudik mengendarai Hyundai Stargazer saat beristirahat di rest area 252 Brebes, Jawa Tengah
JawaPos.com-Hyundari Stargazer adalah salah satu mobil di segmen low multipurpose vehicle (LMPV) yang berhasil mencuri perhatian khalayak sejak diluncurkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022.
Pandangan pertama kepada mobil ini berhasil memikat perhatian berkat desainnya yang tak biasa. Garis desain Stargazer sangat berbeda jika dibandingkan dengan pesaing-pesaing di kelasnya. Penampakannya secara umum cenderung futuristik dan agresif yang menggabungkan siluetnya yang oval dengan garis-garis meruncing yang terdapat di sekujur tubuh mobil.
Wartawan JawaPos.com sempat menjajal mengendarai Stargazer untuk perjalanan mudik lebaran tahun ini, sekaligus me-review berbagai keunggulan yang ada di dalamnya. Mobil yang dikendarai untuk mudik adalah Stargazer Prime, yang merupakan varian tertinggi.
Perjalanan mudik dilakukan dari Bukit Cimanggu City, Bogor, menuju Rungkut, Surabaya. Perjalanan mudik tersebut menempuh jarak 818 kilometer melalui tol Trans Jawa. Perjalanan tersebut dilakukan pada 8 April 2024 tepat pada pukul 09.15.
Fitur cruise control dan line keeping assist bisa diaktifkan dengan memencet tombol di roda kemudi sebelah kanan
Ada empat orang yang ikut dalam perjalanan tersebut. Dua orang dewasa dan dua orang anak. Namun, karena kabin yang lega. Duduk tetap nyaman walau membawa barang-barang yang cukup banyak.
Mudik diawali dengan masuk ke Tol Lingkar Luar, Bogor. Menuju ke tol Jagorawi. Perjalanan masih lancar saat memasuki jalan layang bebas hambatan Mohammaed Bin Zayed sampai ke Cikampek. Ketika itu, kecepatan masih bisa menembus 100 kilometer per jam. Karena itu, otomatis konsumsi BBM pun sangat irit. Saat mengintip di odometer, konsumsi BBM tembus 20 kilometer per liter.
Memasuki ruang tol Cikopo Palimanan (Cipali), kemacetan baru terlihat. Kami memilih tetap berjalan di lajur biasa meskipun pihak berwenang sudah membuka lajur seberang untuk one way (satu arah) ke arah Surabaya. Kemacetan tersebut terutama terjadi sebelum memasuki rest area, kemudian mulai berkurang saat meninggalkan rest area.
Berlajut ke ruas-ruas tol berikutnya, kemacetan masih terus mewarnai walau tidak begitu parah. Kemacetan baru terasa agak parah saat melewati gerbang tol Kalilangkung, Tegal. Itu karena, kebijakan one way sudah tidak berlaku. Artinya, kendaraan ke arah timur harus melalui jalur biasa. Sedangkan di jalur seberang diperuntukkan untuk kendaraan yang menuju ke barat.
Kemacetan yang sebenarnya baru terasa saat memasuki tol Semarang-Batang. Terlihat di google maps, semua jalur merah membara. Nah, untuk memantau situasi lalu-lintas, tidak perlu repot-repot membuka ponsel. Cukup mengoneksikan smartphone melalui Android Auto yang sudah built-in dalam head unit 8 di dalam kokpit Stargazer. Ketika berkendara dengan Stargazer pun tidak perlu repot-repot mencolokkan kabel USB, karena sudah disediakan port wireless charging.
Konsentrasi pun tinggal tertuju ke jalan, tanpa harus repot memikirkan baterai ponsel yang menipis. Saat terjebak dalam situasi kemacetan, fitur-fitur seperti cruise control dan line keeping assist memang belum bisa dinikmati dengan maksimal. Namun, ketika memasuki tol Semarang-Solo yang jalannya relatif lengang, kedua fitur tersebut bisa dipakai dengan maksimal.
Pengemudi hanya perlu menempatkan kedua tangan di atas roda kemudi, fitur line keeping assist akan memastikan mobil tetap berjalan di dalam garis. Kaki pun bisa bersantai saat cruise control diaktifkan. Kedua fitur tersebut sangat membantu saat mengemudi jarak jauh, karena membuat pengemudi bisa sedikit bersantai sembari tetap berkonstrasi dengan lalu-lintas jalan.
Dalam kondisi jalanan lowong, gas pun bisa sedikit ditekan sampai kecepatan menembus 100 kilometer per jam. Mesinnya yang mampu mengeluarkan 113 hp dengan torsi 144 Nm pun terasa bertenaga dan mumpuni.
Pada kecepatan tinggi manuver dengan Stargazer pun terbilang oke, tidak terasa limbung. Efek body roll pun bisa diredam dengan baik.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
