Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2024 | 16.17 WIB

NGK: Hati-hati Sekarang Busi Banyak Versi Palsu Bisa Siksa Kendaraan Anda, Ini Cara mebedakannya

Banyak beredar busi palsu dipasaran, konsumen jangan tergiur harga murah. (Foto: Dony) - Image

Banyak beredar busi palsu dipasaran, konsumen jangan tergiur harga murah. (Foto: Dony)

JawaPos.com - Peredaran busi palsu sangat merugikan pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Meskipun tak mengibatkan efek secara langsung atau jangka panjang namun akan "menyiksa mesin" kendaraan saat melakukan tugasnya.

Terkait hal ini, busi merek NGK yang saat ini sebagai pemimpin pasar di segmennya,  melihat sekaligus menguji langsung busi yang dipalsukan beredar dipasaran.

"Beredarnya busi palsu dipasaran sudah sangat memprihatinkan. Konsumen banyak yang tertipu dan tergiur dengan harga murah. Namun durabilitasnya sangat tidak mumpuni. Ini akan berpengaruh pada cara kerja mesin kendaraan," ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia yang merupakan pemilik merek busi NGK.

Diko menambahkan, selain pihaknya mengambil contoh busi palsu yang menggunakan merek NGK juga mengambil merek lain untuk dibelah dan dilihat struktur komponennya setelah dilakukan pengujian internal.

Atas dasar ini pihak NGK mewanti-wanti para pengguna kendaraan untuk berhati-hati dalam memilih busi dan jangan tergiur dengan harga murah. Alasan ini pula NGK berani mengklaim produknya memiliki kelebihan dibanding kompetitornya.

Dipasaran perbedaaan setiap busi NGK bisa dilihat dari varian atau tipe, serta materialnya mulai dari nikel hingga MotoDX. Walaupun sekilas memiliki bentuk yang sama, akan tetapi secara performa setiap jenis atau merek busi bisa mengantarkan tenaga yang berbeda-beda di setiap kendaraan.

"Saat kami bedah lebih dalam, produk kami punya lebih banyak perbedaan dari struktur besi dan proses manufaktur serta komponen dimana semuanya berasal langsung dari Jepang," ujarnya beberapa waktu lalu dikawasan Tangerang Selatan, (24/1).

"Pada proses manufaktur busi NGK menggunakan serbuk khusus (sealing poweder) yang berfungsi sebagai penguat struktur bentuk busi serta menahan kebocoran gas yang muncul dari ruang bakar. Ini tidak dimiliki produk imitasi," jelas Diko.

Diko menambahkan, selain menggunakan serbuk khusus, proses merapatkan metal shell di busi NGK menggunakan proses cold caulking yang disertai dengan insulator yang dibuat di Jepang dengan standar manufaktur yang ketat.

"Bicara harga busi yang kami jual [NGK] sedikit lebih tinggi dibanding kompetitor, ini karena keunggulan busi kami," ujar Diko.

Menurut Diko pada busi imitasi, tak sedikit yang mempunyai struktur busi serta proses pembuatan tidak layak. Karena dikerjakan dalam industri rumahan bukan manufaktur yang semestinya. Maka kualitas busi akan mempengaruhi kinerja ruang bakar dan bisa mengakibatkan cepat rusaknya mesin kendaraan.

Secara kasat mata antar busi asli dan palsu bisa dibedakan pada tulisan yang ada pada insulator. Bila hanya tempelan atau mempunyai bentuk tidak rapi, bisa dicurigai bila busi tersebut palsu.

Ciri berikutnya adalah di bagian gasket atau ring yang menempel pada busi, bila komponen tersebut mudah lepas, sangat dimungkinkan busi tersebut palsu, karena yang asli dirancang untuk tidak gampang lepas.

Selain itu juga terlihat dari lot number atau kode produksi yang tertempel pada bagian besi busi. Busi asli terlihat rapih karena menggunakan marking laser.

"Susah ditiru adalah kode produksi, karena ada di bagian besi pada busi, di busi NGK biasanya berupa empat digit dan kombinasi," pungkas Diko.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore