Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17.03 WIB

Ketahui Lebih Jauh Aprilia SR GT 200, dari Suspensi hingga Windshield

Suspensi bagian belakang Aprilia SR GT 200. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Suspensi bagian belakang Aprilia SR GT 200. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Touring singkat menggunakan Aprilia SR GT 200 telah redaksi JawaPos.com lakukan. Menggunakan skuter matik (skutik) bergenre adventure ini selama beberapa waktu juga untuk jalanan perkotaan, kami puas dengan feel berkendaranya.

Motor ini nyaman, enak dipakai, tarikannya mantap. Handling Aprilia SR GT 200 juga mengagumkan untuk sebuah motor matik. Fitur dan yang paling jelas gengsi dari Italian Bike ini juga tidak diragukan.

Namun demikian, memakai motor ini selama hampir sepekan untuk bekerja atau melakukan perjalanan touring, kami menemukan beberapa hal yang tampaknya perlu diimprove lagi oleh Aprilia supaya konsumen makin puas. Beberapa hal, berikut yang menurut kami perlu dilakukan improvement oleh Aprilia mengenai skutik SR GT 200-nya ini supaya makin mantap.

Suspensi Belakang Terlalu Soft

Aprilia SR GT 200 berdasarkan pengalaman kami melakukan touring jarak pendek selama kurang lebih 4 jam berkendara, motor ini enak. Handlingnya dapat, manuvernya dapat, lincah, gesit dan nggak ngerepotin saat stop and go di kondisi macet.

Hanya catatan kami, suspensi belakang Aprilia SR GT 200 ini terasa terlalu lembek. Hal ini membuat motor jadi terasa limbung saat manuver di kecepatan tinggi, menikung atau saat melibas jalan bergelombang.

Photo

Suspensi bagian belakang Aprilia SR GT 200. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Saat membawa boncengers alias penumpang belakang, suspensi belakang juga terasa mentok saat lewat jalan rusak atau polisi tidur. Namun demikian ada setelan kekerasan atau klik yang bisa disetel sampai lima klik. Entah ini akan bekerja atau tidak.

Yang jelas hal ini perlu jadi perhatian Aprilia. Pasalnya shockbreaker yang terlalu lembut ini cukup pengaruh ke performa. Sendiri cukup nyaman, berdua keempukan.

Akomodasi Penyimpanan Tambahan Kurang

Aprilia SR GT 200 sebetulnya punya penyimpanan yang luas berupa bagasi di bawah jok yang muat satu buah helm full face berukuran M. Saat bawa helm tambahan, bagasi juga masih bisa muat barang lainnya misalnya tas kecil atau jas hujan, juga baju ganti saat melakukan touring.

Namun rasanya itu tidak cukup. Dengan bodi depan yang luas, gede, harusnya ada tempat yang bisa dimaksimalkan untuk membuat semacam laci tambahan. Rasanya tidak sulit membuat hal ini, toh di sisi kiri ada laci penyimpanan ponsel dan juga power outlet yang bisa dipakai untuk ngecas HP sembari terus melakukan perjalanan.

Selain tidak adanya laci tambahan yang mudah dijangkau rider saat sedang nge-gas sepeda motor ini, Aprilia SR GT 200 juga tidak ada cantolan atau pengait sama sekali. Untuk membawa kantong kresek minuman atau belanjaan yang mungkin di bagasi sudah penuh, Aprilia SR GT 200 tidak punya akomodasi ini.

Tak Ada Penahan Jok

Kemudian yang juga terasa sedikit merepotkan bagi kami saat melakukan perjalanan jauh dan menyimpan barang di bagasi adalah tidak adanya penahan jok. Saat dibuka, jok berdiri tegak. Hal ini membuat jok selalu jatuh kembali saat didiamkan dan jadi bikin repot waktu sedang memgambil barang di bagasi.

Andai bisa sedikit lebih condong ke depan saat dibuka, joknya pasti tidak akan jatuh. Atau jika tidak bisa demikian, Aprilia mungkin bisa menambahkan semacam penahan di engselnya. Bukan tidak mungkin, kan. Atau juga bisa mengubah sudut engsel supaya bisa lebih rebah atau condong ke depan.

Windshield Tak Bisa Disetel

Jika dibandingkan dengan Honda ADV lama atau yang baru, yang juga terasa kurang dari Aprilia SR GT 200 adalah windshield-nya yang tidak bisa disetel tinggi rendahnya. Beda dengan Honda ADV 150 dan 160 yang bisa disetel.

Hal ini membuat windshield atau tameng angin di Aprilia SR GT 200 terasa lebih kepada kosmetik saja dari pada fungsinya untuk menghalau angin depan saat sedang riding. Padahak kalau bisa disetting lebih tinggi, fungsinya jadi lebih berasa.

Behel Jok Kurang Kokoh

Yang juga kami temukan saat menggunakan motor ini selama beberapa waktu adalah pegangan atau behel jok belakang yang ringkih. Materialnya plastik, entah ada bahan besi di bagian dalam atau tidak.

Saat dipegang untuk menurunkan standar dua, terasa behel atau pegangan ini kurang kokoh, ringkih, khawatir patah. Kemudian yang juga perlu adalah saat memindahkan motor ketika terpaksa agak diangkat sedikit, makin terasa ringkih.

Behel tampak tidak cukup kuat menahan beban tarik atau beban angkat dari pengguna. Yang mengkhawatirkan adalah saat motor ini mungkin dipindahkan oleh tukang parkir, bukan kita selaku pemilik motor, kalau tidak tahu dan tidak hati-hati, bisa patah behel ini.

Laci Tempat HP Bisa Terbuka Sendiri

Aprilia SR GT 200 seperti sudah disinggung di atas punya fitur power outlet untuk ngecas HP dan menaruhnya di laci penyimpanan sebelah kiri. Ada tray khususnya juga, keren.

Namun yang jadi masalah adalah ternyata lacinya ini juga ringkih, saat buka tutup berkali-kali, kekuatannya terasa berkurang. Bahkan saat lewat jalan rusak, pernah lacinya terbuka sendiri padahal kami sedang ngecas HP. Untung tidak jatuh HP kami.

Photo

Laci penyimpanan ponsel di Aprilia SR GT 200. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Penasaran, kami coba temukan, mengapa begini. Ternyata, yang bikin laci terasa ringkih saat buka-tutup terlalu sering adalah klip atau kancing di bagian dalamnya yang hanya berupa plat metal berbentuk huruf "U" yang sangat tipis.

Nah, saat terlalu sering buka-tutup, klip pengunci ini bisa merenggang sehingga kehilangan daya cengkeramnya yang membuat laci bisa terbuka sendiri. Solusinya, klip pengait ini bisa direkatkan lagi pakai jari, ditekan sedikit sampai rekat lagi dan laci bisa tertutup lagi dengan aman.

Namun untuk jangka panjangnya, tampaknya Aprilia perlu mengganti plat atau klip pengait laci ini dengan bahan yang lebih tebal supaya tidak cepat merenggang saat laci dibuka-tutup secara intens.

Demikian beberapa hal yang menurut kami terasa kurang saat memakai skutik adventure seharga Rp 60 jutaan ini. Minor memang, tapi tetap butuh perhatian Aprilia tampaknya. Supaya jadi catatan dan skutik ini bisa makin mantap pengalaman oleh penggunanya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore