
Foto: Ilustrasi: Berkendara sepeda motor menggunakan sandal jepit. (Moto Deal).
JawaPos.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi mengingatkan para pengendara sepeda motor di Indonesia untuk tak menggunakan alas kaki seadanya, seperti sandal jepit, saat berkendara.
Sebagaimana dikutip dari NTMC Polri, tidak ada perlindungan bagi kaki jika berkendara menggunakan alas kaki seadanya seperti sandal jepit. “Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita, itu fatal," terangnya.
Hal ini kemudian menjadi perbincangan yang cukup ramai di masyarakat. Pasalnya, kepolisian dikatakan bakal menilang pengendara yang mengendarai sepeda motor saat hanya menggunakan sandal jepit.
Namun sebetulnya ini bukan topik baru. Terkait berkendara sepeda motor tidak boleh menggunakan sandal jepit atau alas kaki seadanya memang sudah lama jadi bahasan, dan nyatanya memang berkendara sepeda motor tanpa alas kaki yang proper berbahaya bagi pengendara.
Hal ini kembali ditegaskan oleh Sony Susmana Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Dirinya yang merupakan pakar keselamatan berkendara itu menjelaskan, di motor berbeda dengan mobil, oleh karenanya, meski sama-sama tidak boleh menggunakan sandal jepit saat sedang berkendara, potensi bahaya di motor lebih besar.
Sandal jepit, alas kaki seadanya saat lagi riding sepeda motor menurut Sony sama saja seperti telanjang kaki. Tidak ada perlindungan sama sekali. Bahaya!
"Karena berkendara pada prinsipnya harus full gear. Harus sesuai keselamatan pakainnya, bahaya," tegas Sony kepada JawaPos.com.
Sandal jepit menurutnya tidak solid berada ditelapak dan bikin ribet. Mengganggu saat kaki harus bermanuver. "Sandal lebih mudah selip dan terlepas ketika kaki harus turun atau naik saat motor hilang keseimbangan," lanjut Sony.
Untuk mendorong budaya keselamatan sebagai kebutuhan menurut Sony sampai saat ini memang masih sangat sulit. Termasuk untuk urusan melengkapi kelengkapan berkendara yang sesuai sebelum melakukan perjalanan.
"Sepertinya menerapkan budaya keselamatan di kita agak susah. Karena banyak alasannya, kecuali hukum ditegakan secara tegas. Contohnya helm, ketika ada aturan dan tertulis di Undang-undang, maka bisa ditegakkan dan diikuti masyarakat," tuturnya.
Jika terpaksa hanya menggunakan sandal jepit saat berkendara, Sony menyarankan harusnya jaraknya tidak terlalu jauh. Kalau jauh, pakai sepatu.
"Kalau alasannya jarak, oke lah. Kecepatannya maksimal 10 km per jam, hanya dilingkungan perumahan dan tidak di jalan raya. Jenis sandalnya juga pastikan yang tertutup di area depan dan atasnya. Ini supaya tidak licin," tandas Sony.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
