JawaPos.com - Menyusul penghentian pengiriman semua kendaraannya, Daihatsu milik Toyota kini menghentikan produksi dalam negeri di Jepang di tengah terungkapnya skandal keselamatan yang melibatkan kecurangan dalam pengujian keselamatannya.
Perusahaan tersebut telah mengakui memalsukan hasil uji keselamatan selama lebih dari 30 tahun, yang telah menyebabkan penghentian produksi di seluruh pabriknya di Jepang, yang berdampak pada sekitar 9.000 pekerja, tanpa jangka waktu yang ditentukan untuk memulai kembali.
Pekan lalu, komite pihak ketiga yang independen menemukan bukti adanya kecurangan pada uji keselamatan sekitar 64 model kendaraan, termasuk merek Toyota. Pengungkapan ini menyusul penghentian sementara semua pengiriman kendaraan domestik dan internasional oleh Daihatsu baru-baru ini sebagai bagian dari tindakan pengendalian kerusakan termasuk unit yang diproduksi dan dijual di Indonesia.
Skandal ini semakin memperumit tantangan Toyota selaku induknya, karena Daihatsu sebelumnya telah mengakui pelanggaran standar uji tabrakan pada lebih dari 88.000 mobil, yang sebagian besar dijual dengan merek Toyota di negara-negara seperti Malaysia dan Thailand.
Dilansir via CarAndBike, investigasi tersebut mengungkap adanya pelanggaran yang melibatkan laporan palsu mengenai uji benturan sandaran kepala dan perbedaan kecepatan pengujian untuk model tertentu, dengan lonjakan praktik tidak jujur seperti yang tercatat setelah tahun 2014.
Negosiasi antara Daihatsu dan serikat pekerja serta pemasok sedang berlangsung mengenai kompensasi di tengah penghentian produksi. Insiden ini membayangi reputasi mobil Jepang dalam hal keselamatan dan keandalan, serta menandakan kemunduran bagi industri ini.
Sementara bicara dampak finansial, Nikkei Asia via Paultan menyebut kalau akibat skandal uji keselamatan tersebut, Daihatsu berpotensi menghadapi kerugian sampai JPY 100 miliar atau berkisar Rp 10,8 triliun lebih. Hal tersebut merupakan dampak akibat penutupan pabriknya serta pemberian kompensasi finansial kepada para pemasok.
Merek tersebut belum memberikan tanggal kapan produksi di Jepang akan dilanjutkan, namun laporan berita sebelumnya mengindikasikan bahwa penghentian produksi akan berlangsung setidaknya hingga akhir Januari. Sedangkan untuk Indonesia dan Malaysia, pasar yang juga besar dan penting bagi Daihatsu, produksi dan pengiriman telah dilanjutkan.
Selain hilangnya penjualan domestik, Daihatsu juga akan melakukan negosiasi dengan pemasok mengenai kompensasi atas hilangnya pendapatan, dan hal ini diperkirakan akan memakan biaya besar. Selain itu, biaya lebih lanjut yang berasal dari investigasi dan uji keselamatan tambahan juga akan diperhitungkan.