Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 23.00 WIB

Pemerintah Inggris Gelontorkan Dana Rp 39 Triliun Lebih untuk Pengembangan Kendaraan Listrik

Ilustrasi kendaraan listrik. - Image

Ilustrasi kendaraan listrik.

JawaPos.com - Bicara mengenai dunia otomotif, sejauh ini Inggris diketahui merupakan negara yang memiliki beberapa merek yang mendunia. Hal tersebut tak lepas dari peranan pemerintahnya yang serius mendorong merek-merek otomotif lokal untuk bisa terus berkembang melalui berbagai cara, termasuk pengembangan teknologinya yang massif dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Terbaru, pemerintah Inggris dilaporkan telah mengumumkan investasi signifikan sebesar GBP 2 miliar atau berkisar Rp 39 triliun lebih pada industri otomotif nasional mereka. Dilansir dari ITHome, sokongan dana tersebut termasuk untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang belakangan memang sedang jadi tren dunia.

Hal ini sekaligus menjadi upaya mempercepat transisi negara tersebut menuju masa depan net-zero. Investasi ini merupakan bagian dari program investasi yang lebih besar senilai GBP 4,5 miliar untuk industri manufaktur utama, sekaligus bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih terampil dan bergaji lebih tinggi di industri-industri baru.

Sektor otomotif harus memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Inggris. Hal ini juga akan berperan dalam komitmen pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050.

Investasi oleh pemerintah Inggris di industri otomotif akan disebarkan selama lima tahun. Namun, investasi tersebut khusus untuk industri mobil. Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan dan memproduksi kendaraan listrik inovatif.

Hal ini mencakup sel bahan bakar hidrogen untuk bus dan powertrain kendaraan listrik ringan untuk kendaraan barang berat. Dana tersebut juga akan menangani teknologi motorsport yang dibangun pada motor berefisiensi tinggi untuk mobil dan van. Investasi tersebut akan menyamai lebih dari GBP 54 juta total pendanaan pemerintah dan industri, dengan total lebih dari GBP 59,5 juta.

Menteri Keuangan Inggris, Jeremy Hunt membenarkan investasi tersebut. “Kami akan menggunakan GBP 4,5 miliar untuk memanfaatkan lebih banyak modal dari sektor swasta. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita dan menciptakan lapangan kerja yang lebih terampil dan bergaji lebih baik di industri-industri baru. Industri-industri ini akan tetap ada," kata Hunt.

Hunt juga mengatakan kepada wartawan bahwa janjinya adalah “uang baru” dan bukan realokasi belanja yang diumumkan sebelumnya, dan bahwa Inggris lebih memilih dukungan yang ditargetkan daripada subsidi menyeluruh. “Kita tidak akan terjebak dalam perlombaan subsidi global,” lanjut Hunt.

Menurut analisis Reuters terhadap data OECD, investasi bisnis di Inggris berada 4 % di atas tingkat sebelum pandemi pada kuartal ketiga, kinerja yang lebih baik dibandingkan Jerman namun sedikit lebih buruk dibandingkan Perancis dan Amerika Serikat.

"Sekarang adalah waktunya untuk memperjelas tujuan strategis Inggris, seperti mengembangkan manufaktur ramah lingkungan dan jasa yang dibutuhkan untuk masa depan, dan kemudian menggunakan semua alat yang tersedia untuk mencapai hal ini," ungkap George Dibb, direktur Pusat Keadilan Ekonomi IPPR.

Industri otomotif Inggris telah mengidentifikasi tiga proyek inovatif yang akan mendapatkan keuntungan dari investasi ini. Tujuannya adalah untuk mempercepat transisi menuju masa depan net-zero. Proyek-proyek ini meliputi Sel Bahan Bakar Hidrogen untuk Bus, Powertrain Kendaraan Listrik Ringan dan Teknologi Motorsport. 

Sebagai dampak positif dari rencana tersebut, industri otomotif Inggris dilaporkan bakal menciptakan dan melindungi hampir 10.000 lapangan kerja melalui program transformasional ini di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales. Selain itu, investasi ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Inggris dengan menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi dalam perekonomian ramah lingkungan.

Komitmen Inggris untuk berinvestasi dalam teknologi mutakhir dan proyek-proyek inovatif menempatkan negara ini sebagai pemimpin global dalam pengembangan kendaraan listrik dan sistem propulsi canggih. Investasi ini tidak hanya akan membantu mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan pada truk dan bus, namun juga memperkuat keunggulan kompetitif Inggris di pasar global.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore