Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2023 | 06.23 WIB

Usai Vakum Selama 4 Tahun, Akhirnya Pameran Otomotif di Jepang Kembali Digelar

Berbagai mobil Toyota dengan konsep mobil listrik bertenaga baterai pada sebuah acara perusahaan pada 14 Desember 2021. (Sumber: REUTERS/Kim Kyung-Hoon) - Image

Berbagai mobil Toyota dengan konsep mobil listrik bertenaga baterai pada sebuah acara perusahaan pada 14 Desember 2021. (Sumber: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

JawaPos.com - Pameran otomotif Tokyo kembali hadir untuk pertama kalinya dalam empat tahun vakum.

Namun kehadirannya kini berganti nama menjadi era kendaraan listrik, dalam perombakan pemasaran yang mungkin lebih mencerminkan aspirasi industri tentang kendaraan listrik.

Japan Mobility Show, yang dibuka pada Kamis (19/10), hadir pada saat yang kritis bagi industri dalam negeri.

Toyota, produsen mobil terlaris di dunia, tahun ini mengumumkan perubahan strategi pada kendaraan listrik bertenaga baterai, termasuk rencana untuk mengkomersialkan baterai canggih dan mengadopsi teknologi die-casting yang dipelopori oleh Tesla.

Pergeseran Toyota dalam pengembangan mobil listrik telah membantu membungkam kritik, bahwa mereka terlalu lambat dalam mengadopsi kendaraan listrik bertenaga baterai.

Hal ini tidak begitu baik untuk kompetitornya, seperti Subaru, Mazda, dan Mitsubishi Motors yang mungkin menghadapi tantangan yang lebih berat dalam pengembangan kendaraan listrik, kata para analis dilansir dari Reuters.

Sementara itu, produsen mobil terkemuka Tiongkok, BYD akan menjadi produsen mobil Tiongkok pertama yang memamerkan modelnya di pameran tersebut, dan menjadi satu dari hanya tiga pabrikan mobil asing yang hadir dalam pameran, yakni Mercedes dan BMW.

Dan tidak seperti banyak perusahaan Jepang yang akan memamerkan mobil konsepnya, semua pembuat mobil asing akan memamerkan kendaraan listrik baterai yang sudah atau akan diproduksi massal.

Tampaknya ada 'kesenjangan yang semakin besar' antara produsen mobil Jepang yang lebih kuat, seperti Toyota dan Honda yang menghasilkan rekor profit pada penjualan, dan produsen mobil yang lemah dalam penjualan, kata Koji Endo, kepala penelitian ekuitas di SBI Securities.

Industri otomotif Jepang juga menghadapi tekanan dari biaya input yang tinggi dan merosotnya penjualan di Tiongkok, di mana merek-merek Jepang seperti Nissan dan Mitsubishi, yang dilaporkan telah memutuskan untuk menghentikan produksi di sana, terkena dampak yang lebih parah dibandingkan produsen non Tiongkok lainnya.

Toyota akan menampilkan berbagai model konsep mobil bertenaga baterai di pameran tersebut, termasuk truk pikap ukuran sedang dan mobil sport.

Perusahaan akan menampilkan model-model baru dari seri Century dan Crown, yang sebelumnya telah diluncurkan sebagai kendaraan hybrid dan hybrid plug-in.

Nissan berencana menampilkan model Ariya, Leaf, dan Sakura dengan tenaga baterai, selain model konsep EV baterai baru seperti minivan mewah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore