Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 23.05 WIB

Tiongkok Dituding Ingin "Mencuri" Teknologi Kendaraan Listrik Milik AS

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) telah mereda dengan disepakatinya perjanjian dagang tahap pertama beberapa waktu lalu. Tetapi, tampaknya saling sinis di antara kedua negara masih berlanjut. Terbaru pihak AS melalui Departemen Kehakiman telah memperingatkan para pembuat mobil di AS bahwa Tiongkok menginginkan teknologi kendaraan listrik mereka.

Sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Carscoops, Selasa (11/2), pada sebuah konferensi, Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray mengatakan pemerintah Tiongkok tengah berjuang untuk melampaui AS dalam kepemimpinan ekonomi dan teknologi. Namun, Tiongkok disebutnya tidak melakukan dengan inovasi yang sah tetapi "mencuri" teknologi dari AS.

FBI melanjutkan bahwa pihaknya melihat perusahaan-perusahaan Tiongkok "mencuri" kekayaan intelektual Amerika untuk menghindari kerasnya inovasi. Kemudian, Tiongkok dikatakan menggunakannya untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan AS.

FBI meyakini kalau Tiongkok menggunakan banyak metode untuk "mencuri" teknologi Amerika, tetapi mereka sebagian besar dapat diubah menjadi intrusi cyber, spionase perusahaan, dan pencurian peneliti dia mengungkapkan FBI saat ini sedang melakukan sekitar 1.000 investigasi terhadap upaya pencurian teknologi Tiongkok yang berbasis di AS.

Dia menambahkan penyelidikan melibatkan setiap satu dari 56 kantor mereka dan menjangkau hampir setiap industri dan sektor. "Tiongkok mengejar apa pun yang dapat memberi mereka keunggulan kompetitif dan ini termasuk informasi harga, dokumen strategi internal dan informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi," ujar Wray.

Reuters mencatat peringatan Wray digaungkan oleh Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional yang mengatakan prioritas utama Tiongkok adalah "mencuri" teknologi pesawat dan kendaraan listrik.

Meski sulit untuk menghentikan pencurian, Wray mendesak perusahaan untuk meningkatkan keamanan mereka, memeriksa kembali jalur pasokan mereka dan mempertimbangkan peringatan tersebut ketika berpikir untuk melakukan bisnis dengan perusahaan Tiongkok.

"Sementara kemitraan dengan perusahaan Tiongkok mungkin tampak menguntungkan hari ini, namun sebuah perusahaan AS mungkin merasa kehilangan kekayaan intelektual dalam jangka panjang," tegas Wray.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore