Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 22.46 WIB

Datsun Tutup Karena Tak Menggarap Produk Ekspor

Datsun Go - Image

Datsun Go

JawaPos.com - Kabar rencana Datsun akan menghentikan produksinya tahun depan di Tanah Air sudah santer terdengar. Namun pihak Datsun Indonesia sendiri masih belum mengatakan secara resmi terkait pengunduran dirinya dari pasar otomotif di Indonesia.

Namun keterangan mundurnya Datsun dari "pergulatan" bisnis otomotif di Indonesia justru dari Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika. Putu sudah mengonfirmasi kalau Datsun akan menghentikan produksi dan menjual mobil di dalam negeri. Ini terhitung mulai Januari 2020.

Bila benar maka Datsun akan meninggalkan pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Seperti diketahui kalau selama ini pabrik tersebut digunakan memproduksi Datsun GO, Datsun GO+, dan Datsun Cross.

Menurut Putu nantinya pabrik yang ditinggal oleh Datsun itu masih akan dipergunakan tapi kemungkinan bukan untuk produksi mobil. Dirinya juga menilai kalau kembalinya Datsun ke Indonesia pada 2014 silam adalah salah 'arah' dalam hal bisnis otomotif.

"Bisnis di industri otomotif itu persaingan sangat ketat. Harus banyak strategi yang harus dilakukan mulai produksi hingga melempar ke pasar. Apalagi tahun ini kita kita melewati beberapa kegiatan nasional diantaranya pemilu yang membuat penjualan kendaraan turun," kata Putu di Plasa Senayan Jakarta, beberapa waktu lalu (26/11).

Penjualan Datsun makin menurun dari tahun ke tahun. Namun pada peluncuran pertamanya 2014 hingga 2015 Datsun sempat meroket penjualannya dan membuat percaya diri. Di 2015, Datsun masuk dalam peringkat enam untuk mobil terlaris ke-enam di Indonesia. Dimana mampu menjual 29.358 unit untu Datsun Go dan Go+ (priode Januari - Oktober).

Sedangkan di 2016 terjual 25.483 unit, di 2017 terjual 10.484, di 2018 terjual 10.433 dan di 2019 hanya mampu menjual 5.921, kesemuanya di hitung dalam periode Januari - Oktober.

Putu menjelaskan andaikan Datsun juga menggarap pasar ekspor maka merek ini masih bisa bernafas dalam menghadapi persaingan industri otomotif di Indonesia. Paling tidak bisa bertahan saat pasar otomotif nasional stagnan, dimana pasar ekspor justru naik 28 persen.

Bila melihat dari data Gaikindo Januari-Oktober 2019, penjualan mobil nasional tercatat 849.609 unit, sedangkan tahun lalu untuk periode yang sama tercatat 962.735 unit.

Untuk ekspor dalam bentuk utuh atau Completely Build Up (CBU) di Januari-Oktober 2019 tercatat 275.364 unit. Ini naik dari tahun lalu periode yang sama, 214.743 unit.

Wajar bila pemerintah terus menggaungkan ekspor untuk para pelaku industri otomotif di Indonesia. Ini untuk menjaga bila pasar nasional turun, ekspor naik 28 persen seperti tahun ini.

Menurut Putu langkah yang di ambil oleh Nissan adalah hal wajar yang disebabkan ketatnya persaingan. Karena penjualan tidak mencukupi untuk skala bisnis, mundur merupakan hal yang cukup tepat. "Karena skala produksi sama bisnis kan harus diperhitungkan," pungkasnya.

Sejak kembali kemunculannya di Indonesia di 2014, Datsun Indonesia fokus dengan pasar mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Saat itu hanya mengandalkan Datsun Go dan Go+, namun belakangan beralih dengan meluncurkan Datsun Cross.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore