
MASA DEPAN: Wartawan Jawa Pos Gunawan Sutanto menjajal teknologi automated drive.
JawaPos.com- Honda serius menggarap teknologi automated drive atau berkendara tanpa menyetir. Wartawan Jawa Pos Gunawan Sutanto berkesempatan mencobanya di Honda Research and Development, Utsunomiya, Jepang.
”Angkat tangan dan kaki Anda,’’ begitu perintah teknisi Honda yang mendampingi saya ketika mode automated drive di Honda Accord diaktifkan. Saat itu saya duduk di kursi pengemudi. Setelah automated drive diaktifkan, mobil memang bisa berjalan sendiri. Termasuk mengurangi kecepatan, menyalip, hingga menikung.
Kesempatan uji coba mobil dengan teknologi automated drive diberikan dua kali. Pertama mencoba di sirkuit. Kedua, diujicobakan di jalan biasa. Sayang, ketika diujicobakan di jalanan biasa, saya hanya diperkenankan duduk di kursi samping sopir.
Ketika diujicobakan di lintasan sirkuit, mobil disimulasikan untuk menikung, menyalip, dan berhenti karena seolah-olah lalu lintas macet. Ada dua mobil lain yang disiapkan sebagai pendukung simulasi.
Ketika tombol automated drive diaktifkan, mobil langsung mendeteksi mobil pertama di depan yang berjalan lambat dan harus disalip. Mobil yang awalnya berkecepatan 60 km/jam otomatis meningkatkan kecepatannya. Melaju hingga 100 km/jam. Lalu menyalip mobil di depannya.
Simulasi berikutnya, di depan ada mobil yang berjalan merambat. Itulah kondisi seolah-olah jalanan macet. Dari jarak sekitar 200 meter, mobil yang saya tumpangi dengan sendirinya mengurangi kecepatan dan mengerem.
Ketika simulasi macet berjalan, sistem keamanan mobil mendeteksi adanya panggilan telepon. ’’Dalam kondisi seperti ini, mobil memperbolehkan Anda mengangkat telepon. Ini tombolnya,’’ kata teknisi.
Ketika itu disimulasikan ada panggilan video call melalui Skype dari staf Honda. Saya dan staf tersebut pun terhubung. Dia bertanya bagaimana rasanya mengemudi secara autopilot.
Sistem keamanan dalam automated drive Honda memang tergolong bagus. Meskipun namanya berkendara tanpa menyetir, pengemudi tetap diwajibkan waspada. Misalnya, adanya peringatan melalui getaran di sabuk pengamanan. Peringatan itu disampaikan ketika sistem menganggap pengemudi melakukan kesalahan.
Uji coba berikutnya di jalan biasa. Honda ingin menunjukan teknologinya mampu mendeteksi beberapa infrastruktur di jalan umum. Misalnya, jalur pedestrian, zebra cross, traffic light, dan persimpangan. Dalam uji coba tersebut, kendaraan bisa melaju sendiri sesuai rute yang ditentukan.
Ashigawa –teknisi Honda yang menemani saya– menyatakan, keunggulan automated drive Honda bisa membaca sudut tikungan. Pembacaan sudut tikungan itu digambarkan seperti sebuah kurva. ’’Bisa juga mendeteksi benda dan manusia di sekitarnya. Termasuk orang yang akan menyeberang jalan,’’ jelasnya.
Untuk pergerakan orang, teknologi tersebut bisa memperkirakan ke mana orang di sekitar mobil itu akan bergerak. Sayang, sistem tersebut belum bisa mendeteksi perubahan arah manusia secara tiba-tiba. Juga belum bisa mendeteksi pergerakan hewan.
’’Kalau di India kan banyak sapi di jalan, bagaimana itu bisa mendeteksi?’’ tanya saya. Si teknisi pun tertawa dan menyatakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan automated drive. CEO Honda Riset and Development Co Ltd Yoshiyuki Matsumoto menjelaskan, Honda secara bertahap menerapkan teknologi automated drive. Mulai untuk berkendara secara otomatis di jalan bebas hambatan sampai jalan umum.
Dalam teknologi automated drive, Honda menyematkan dua kamera, radar, dan lidar. Honda juga menerapkan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan pada komputernya. Teknologi itulah yang bisa membaca dan mengantisipasi pejalan kaki yang berjalan di pedestrian maupun menyeberang jalan. (*/c22/sof)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
