
Ilustrasi: Dokter sedang melakukan penelitian terhadap penyakit. (ScienceMag).
JawaPos.com - Seperti banyak diketahui, coronavirus atau virus korona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, kini terus menyebar. Virus tersebut menyebabkan ratusan orang meregang nyawa dan membuat kota Wuhan diisolasi.
Soal virus korona sendiri sebagaimana dikutip JawaPos.com dari Wired, Rabu (29/1), kabarnya telah berhasil dideteksi berkat bantuan Artificial Intelligence atau AI. Bahkan jauh sebelum akhirnya mewabah dan menjangkiti manusia.
Perusahaan Kanada dengan nama BlueDot yang telah meramalkan kehadiran virus tersebut. BlueDot mengklaim telah berhasil menemukan virus korona dengan AI-nya, sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau pemerintah di seluruh dunia mengumumkan wabah tersebut.
BlueDot mengandalkan algoritma yang digerakkan oleh AI yang menjelajahi platform. Seperti laporan berita asing, jaringan penyakit hewan dan tumbuhan, bersama dengan data resmi untuk membuat prediksi.
Berdasarkan itu, BlueDot benar-benar berhasil memperingatkan pelanggannya untuk menghindari tempat-tempat seperti Wuhan pada 31 Desember. Satu minggu lebih cepat dari pengumuman yang dilakukan WHO pada 9 Januari. Sementara CDC AS mengirim mereka keluar pada 6 Januari.
Penggunaan AI di sektor medis dan kesehatan bukanlah hal baru. Sebab, AI memang dimanfaatkan untuk menemukan masalah kesehatan sebelum terjadi. Atau untuk menemukan penyakit pada pasien yang mungkin terlewatkan oleh dokter manusia.
"Kami tahu bahwa pemerintah mungkin tidak dapat diandalkan untuk memberikan informasi secara tepat waktu," kata Kamran Khan, pendiri dan CEO BlueDot. "Kita dapat mengambil berita tentang kemungkinan wabah, murmur (suara jantung) tentang indikasi beberapa peristiwa yang tidak biasa terjadi," lanjutnya.
Khan mengatakan algoritma tidak menggunakan posting media sosial karena data itu terlalu berantakan. Tetapi ia memiliki satu trik dengan akses ke data tiket maskapai global yang dapat membantu memprediksi ke mana dan kapan warga yang terinfeksi virus korona.
Benar saja, virus akan melompat dari Wuhan ke Bangkok, Seoul, Taipei, dan Tokyo dalam beberapa hari setelah kemunculan awalnya. Khan, yang bekerja sebagai spesialis penyakit menular rumah sakit di Toronto selama epidemi SARS tahun 2003, bermimpi menemukan cara yang lebih baik untuk melacak penyakit. Virus itu bermula di provinsi Tiongkok dan menyebar ke Hong Kong dan kemudian ke Toronto.
"Ada sedikit deja vu sekarang. Pada 2003, saya menyaksikan virus membanjiri kota dan melumpuhkan rumah sakit. Ada banyak kelelahan mental dan fisik, dan saya berpikir, 'Jangan lakukan ini lagi!," tegasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
