Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2020 | 12.23 WIB

Layanan E-Commerce Website Builder Berkembang Pesat di Masa Pandemi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 telah membuat pelaku usaha menghadapi tantangan yang cukup berat. Pastinya para pedagang harus tahu bagaimana cara untuk bertahan ketika hampir semua toko fisik mereka tutup. Di Amerika Serikat (AS), lebih dari 250.000 toko seperti Macy’s, Nordstrom, J.Crew, dan perusahaan ritel lainnya tutup. Angka ini mencakup 60 persen dari jumlah keseluruhan toko ritel di AS.

Sementara itu, Indonesia juga tidak luput dari krisis ini. Pada April lalu, PT Ramayana Lestari Sentosa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ratusan karyawannya. Bisnis mereka terganggu karena pandemi Covid-19. Dikutip dari informasi yang dirilis di portal Bursa Efek Indonesia, pusat perbelanjaan yang menjual produk fashion ini melakukan PHK terhadap 421 karyawannya.

Meski begitu, ada dampak positif yang dialami oleh sektor E-Commerce berkat tercetusnya era new normal yang membentuk kebiasaan belanja online yang baru pula. Sebenarnya tren transisi ke online dalam hal ini ke E-Commerce bukanlah cerita baru. Amazon sudah mendominasi E-Commerce di AS semenjak 1994, sedangkan Tokopedia sudah memiliki head start di dunia E-Commerce Indonesia pada 2009.

Kedua marketplace ini sudah menjadi top of mind untuk segala yang berhubungan dengan E-Commerce. Namun, masih banyak yang belum tahu bahwaada pilihan selain marketplace, yaitu platform pembuatan website online atau biasa disebut sebagai E-Commerce website builder.

Shopify mungkin merupakan salah satu E-Commerce website builder yang paling sering disinggung namanya. Namun, Indonesia juga punya beberapa pemain yang namanya mulai bergaung di dunia bisnis online, salah satunya TokoTalk. Perlahan tapi pasti, platform-platform ini mulai sukses menghimpun users, baik yang baru mulai transisi ke dunia digital maupun yang berpindah dari marketplace.

E-commerce website builder seperti Shopify dan TokoTalk digunakan oleh para pebisnis online karena alasan kepraktisan dan kemudahan yang dimilikinya. Membuat website pribadi tidak lagi rumit dan memakan waktu. Kedua platform di atas bisa dibilang merupakan jalur cepat untuk memiliki website, bahkan bisa dibilang instan.

Kemas Yunus Antonius, Head of Business Development TokoTalk dalam sebuah acara virtual belum lama ini menyampaikan, dengan platform siap pakai tersebut, para pebisnis online tidak perlu merogoh kocek untuk menyewa developer karena mereka bisa menjalankan setiap langkah sendiri. "E-Commerce website builder ini memberikan akses kepada penggunanya untuk membangun website dengan biaya kecil dan effort yang minimal," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan membuat website dari nol yang membutuhkan banyak setup dan keahlian tertentu (coding, desain, dan sebagainya), tentu platform seperti Shopify dan TokoTalk merupakan alternatif yang tepat. Dirinya melanjutkan, banyak alasan mengapa para penjual online mulai berpikiran untuk memiliki website sendiri untuk memasarkan produknya. Menurutnya, marketplace saat ini sangat padat oleh penjual online, yang ribuan di antaranya menjual produk yang serupa bahkan sama.

"Mau tidak mau, penjual tersebut harus mengikuti perang harga yang kemudian menyebabkan margin keuntungannya semakin kecil. Sementara itu dengan platform pribadi, mereka bisa menentukan harga jual tanpa harus menghiraukan kompetitor," lanjutnya.

Selain itu, berdasarkan testimoni yang dihimpun dari penjual online di TokoTalk, dengan berjualan di website pribadi plus mengintegrasikannya ke media sosial, mereka merasa lebih dekat dengan para calon customer. Lain halnya dengan berjualan di marketplace, yang dirasa menimbulkan jarak dengan customer.

Go online adalah keharusan. Dengan tutupnya toko-toko dan pemberlakuan pembatasan sosial, wajar bahwa E-Commerce akan berkembang semakin pesat. Ini dirasakan dengan penjualan bahan kebutuhan sehari-hari yang melonjak semenjak pandemi Covid-19 pada Maret karena konsumen menghindari berbelanja di supermarket dan pasar.

Tidak hanya marketplace yang berhasil menemukan celah di masa krisis ini. TokoTalk juga mengungkapkan bahwa jumlah penjualan di toko-toko yang menggunakan platform-nya mengalami peningkatan.

Berdasarkan data TokoTalk, peningkatan penjualan produk-produk seperti kebutuhan pokok (sembako), makanan kemasan, serta buah-buahan dan sayuran mengalami kenaikan tertinggi. Ini diikuti dengan produk kesehatan dan suplemen. KlikDokter, salah satu merchant TokoTalk yang menjual kedua produk ini, mengungkapkan bahwa lonjakan pembelian terus berlanjut hingga bulan Juni.

Segala bentuk bisnis pada era pandemi ini terpaksa harus mengikuti konsep survival of the fittest. Siapa yang cepat dan cermat dalam beradaptasi, adalah yang bertahan.

“Dengan adanya metode pembayaran cashless, contactless delivery, dan website yang mudah diakses, masyarakat merasa lebih aman dan nyaman berbelanja online. Masyarakat yang mungkin belum pernah berbelanja online sebelumnya mau tidak mau harus mencoba karena ini adalah alternatif terbaik di kala pandemi. Di sisi lain, para pebisnis juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ini jika tidak mau tertinggal dan kemudian gagal bertahan,” tandas Kemas.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=XYYOimpmX78

https://www.youtube.com/watch?v=Ttt6j0l4nrc

https://www.youtube.com/watch?v=FTDuMDYXHio

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore