
Photo
JawaPos.com - Huawei berusaha untuk lepas dari ketergantungan Google. Mereka sedang mengerjakan berbagai alternatif untuk layanan selulernya sendiri. Huawei Mobile Service (HMS) adalah salah satu upayanya mengembangkan ekosistem sendiri yang membuat mereka akhirnya membesut perangkat smartphone tanpa dukungan Google.
Huawei lewat HMS-nya sudah memiliki serangkaian aplikasi yang mencakup AppGallery (versi Google Play Store), Huawei Video (pengganti YouTube), Tema Huawei, Huawei Wallet, dan Browser Huawei serta masih banyak lagi. Di dalam HMS juga memiliki Huawei Quick Apps yang merupakan alternatif pengganti Google Instant Apps.
Huawei juga menyertakan Location Kit dan Map Kit di HMS Core. Hal tersebut dimaksud adalah kumpulan alat untuk pengembang aplikasi untuk menyediakan layanan lokasi dan pemetaan. Hanya saja, Huawei belum memiliki data pemetaan untuk digunakan lebih lanjut.
Demi mendukung hal tersebut, sebagaimana dilansir JawaPos.com dari GSMArena, Selasa (21/1), Huawei dikatakan bermitra dengan TomTom. TomTom adalah perusahaan Belanda yang dikenal dengan layanan pemetaannya.
Info soal kerja sama Huawei dengan TomTom diungkapkan oleh Remco Meerstra, juru bicara TomTom. Tampaknya, kesepakatan itu telah diselesaikan beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, mereka masih belum terbuka hingga saat ini.
Remco Meerstra mengatakan kerja sama tersebut telah disepakati beberapa waktu lalu. Sayangnya, dia menolak memberikan rincian soal hal tersebut.
Kesepakatan itu akan menghasilkan penggunaan Huawei atas layanan pemetaan TomTom, informasi lalu lintas, dan perangkat lunak navigasi dalam aplikasinya. Dengan demikian Huawei siap meninggalkan satu lagi ketergantungannya terhadap layanan Google, yakni Google Maps.
Seri Huawei P40 yang akan datang dikatakan bakal memiliki layanan pemetaan yang baru secara pra-instal. Model lain mungkin mendapatkan fitur tersebut melalui pembaruan.
Seperti diketahui, pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan, sehingga tidak lagi bisa leluasa menggunakan produk-produk buatan negara tersebut.
Kebijakan tersebut membuat Huawei tidak bisa menggunakan layanan-layanan inti Google, termasuk Maps, Chrome, dan YouTube, pada flagship smartphone Mate 30 yang dirilis pada akhir tahun lalu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
