Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2020 | 23.05 WIB

Gandeng Perusahaan Belanda, Huawei Siap Buat Layanan Pemetaan Sendiri

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Huawei berusaha untuk lepas dari ketergantungan Google. Mereka sedang mengerjakan berbagai alternatif untuk layanan selulernya sendiri. Huawei Mobile Service (HMS) adalah salah satu upayanya mengembangkan ekosistem sendiri yang membuat mereka akhirnya membesut perangkat smartphone tanpa dukungan Google.

Huawei lewat HMS-nya sudah memiliki serangkaian aplikasi yang mencakup AppGallery (versi Google Play Store), Huawei Video (pengganti YouTube), Tema Huawei, Huawei Wallet, dan Browser Huawei serta masih banyak lagi. Di dalam HMS juga memiliki Huawei Quick Apps yang merupakan alternatif pengganti Google Instant Apps.

Huawei juga menyertakan Location Kit dan Map Kit di HMS Core. Hal tersebut dimaksud adalah kumpulan alat untuk pengembang aplikasi untuk menyediakan layanan lokasi dan pemetaan. Hanya saja, Huawei belum memiliki data pemetaan untuk digunakan lebih lanjut.

Demi mendukung hal tersebut, sebagaimana dilansir JawaPos.com dari GSMArena, Selasa (21/1), Huawei dikatakan bermitra dengan TomTom. TomTom adalah perusahaan Belanda yang dikenal dengan layanan pemetaannya.

Info soal kerja sama Huawei dengan TomTom diungkapkan oleh Remco Meerstra, juru bicara TomTom. Tampaknya, kesepakatan itu telah diselesaikan beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, mereka masih belum terbuka hingga saat ini.

Remco Meerstra mengatakan kerja sama tersebut telah disepakati beberapa waktu lalu. Sayangnya, dia menolak memberikan rincian soal hal tersebut.

Kesepakatan itu akan menghasilkan penggunaan Huawei atas layanan pemetaan TomTom, informasi lalu lintas, dan perangkat lunak navigasi dalam aplikasinya. Dengan demikian Huawei siap meninggalkan satu lagi ketergantungannya terhadap layanan Google, yakni Google Maps.

Seri Huawei P40 yang akan datang dikatakan bakal memiliki layanan pemetaan yang baru secara pra-instal. Model lain mungkin mendapatkan fitur tersebut melalui pembaruan.

Seperti diketahui, pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan, sehingga tidak lagi bisa leluasa menggunakan produk-produk buatan negara tersebut.

Kebijakan tersebut membuat Huawei tidak bisa menggunakan layanan-layanan inti Google, termasuk Maps, Chrome, dan YouTube, pada flagship smartphone Mate 30 yang dirilis pada akhir tahun lalu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore