
Ilustrasi: Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). (Higt-Tech Magazine).
JawaPos.com - Perkembangan teknologi mutakhir telah membawa era baru dengan adanya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. AI adalah bidang ilmu komputer yang menyerupai fungsi manusia untuk memecahkan masalah kognitif seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola.
Sejumlah organisasi dan perusahaan mulai menerapkan teknologi AI dalam strategi bisnisnya. Survei dari Microsoft Indonesia mencatat bahwa 14 persen perusahaan telah memanfaatkan AI dalam strategi utama bisnis mereka.
Menurut survei dari Oxford Insight 2022, Indonesia berada di peringkat 43 dalam government AI readiness index. Artinya, Indonesia sudah berada di papan atas dalam penerapan AI meski dengan sejumlah catatan yang dapat terus ditingkatkan
Untuk menyambut era kecerdasan buatan ini, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo bersama GNLD Siberkreasi mengadakan kegiatan Obral Obrol LiTerasi Digital (OOTD) dengan tema 'AI, Apakah Ancaman Bagi Talenta Digital?' pada Kamis (16/2) kemarin.
Di tengah penetrasi AI dalam berbagai sisi kehidupan, beberapa kalangan masyarakat mengalami kecemasan. Hal ini karena AI diproyeksikan akan menggantikan pekerjaan-pekerjaan tertentu atau bahkan menghilangkan sisi kreativitas manusia.
Waketum Bidang Pengembangan dan Pengetahuan Siberkreasi & Head of Leadership LSPR Taufan Teguh Akbari dalam keterangan resmi yang diterima meluruskan anggapan keliru tersebut. Ia menjelaskan kekhawatiran itu seharusnya menjadi peluang dengan catatan masyarakat siap mengimbangi laju perkembangan teknologi.
"Jadi sebenarnya ini bukan menjadi suatu kekhawatiran, tapi menjadi challenge atau peluang yang gimana caranya kita bisa lebih siap lagi mengimbangi perkembangan teknologi," jelas Taufan.
Menyambung penjelasan Taufan, Director National Technology Officer Microsoft Panji Wasmana menyatakan kekhawatiran masyarakat juga dapat bersumber dari keamanan data pribadi. Terkait keamanan data, Panji menjelaskan implementasi teknologi AI dapat diatur untuk tidak mengakses data pribadi.
"Artinya kita dapat melabel bawa data ini tidak boleh dipakai untuk training. Data ini dibatasi aksesnya supaya tidak dicrawling atau dibaca oleh sistem AI untuk ke depannya," katanya.
Menurut Panji, hal ini bisa melatih para talenta digital untuk memilah informasi mana yang dapat diberikan atau dipercayakan kepada platform tertentu. Karena itulah, masyarakat atau talental digital harus paham penggunaan AI melalu literasi digital.
Sementara itu, Dewan Pengarah Siberkreasi Ndoro Kakung membagikan sejumlah strategi. Pertama, memperluas informasi tentang teknologi digital seperti kecerdasan buatan. Kedua, peningkatan akses pelatihan atau bimbingan teknis mengenai AI.
"Bagi pihak yang belum memahami penuh fungsinya, AI dianggap sebagai ancaman. Padahal, ia bisa membantu dalam pekerjaan lebih efisien," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
