Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 01.38 WIB

Kapolri Soroti Tantangan AI dan Robotik, Buruh Indonesia Diminta Tingkatkan Daya Saing

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). (Mabes Polri) - Image

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia di tengah perubahan dunia kerja. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik, internet of things (IoT), perubahan regulasi, serta dinamika ekonomi global dinilai harus diantisipasi dengan peningkatan kompetensi pekerja.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global” itu berlangsung di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernas KSBSI yang menjadi ruang konsolidasi bagi kalangan buruh. Ia berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis untuk memperjuangkan kemajuan, perlindungan, dan kesejahteraan buruh Indonesia.

Kapolri mengatakan dunia ketenagakerjaan sedang menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi. AI, robotik, dan IoT akan mengubah kebutuhan industri sekaligus pola pekerjaan yang selama ini dijalankan tenaga kerja.

Menurut Kapolri, perkembangan teknologi memang dapat mengurangi kebutuhan terhadap sejumlah jenis pekerjaan. Namun, perubahan tersebut pada saat yang sama juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan jenis profesi baru.

“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.

Karena itu, pekerja dinilai perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Penguatan kompetensi menjadi penting agar buruh tidak hanya menjadi pihak yang terdampak oleh transformasi industri, tetapi juga dapat mengambil peran dalam sektor-sektor baru yang berkembang.

Kapolri juga menilai buruh memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan perekonomian nasional. Peran tersebut tercermin dari kontribusi tenaga kerja dalam menopang aktivitas industri dan perekonomian Indonesia.

“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Di tengah perubahan ekonomi global, pemerintah juga terus mendorong regulasi dan berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore