
Jack Ma, pendiri Alibaba, saat menghadiri konferensi VivaTech di Paris / Foto: (SCMP)
JawaPos.com — Jack Ma kembali menunjukkan dukungannya terhadap Alibaba Group Holding, bukan melalui panggung atau pidato, melainkan melalui investasi pribadinya. Pendiri Alibaba itu membeli saham perusahaan senilai lebih dari 600 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp1,35 triliun, dengan kurs Rp2.263 per dolar Hong Kong, dalam beberapa hari berturut-turut. Pembelian tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap ambisi jangka panjang Alibaba di bidang kecerdasan buatan.
Investasi Ma dilakukan segera setelah Alibaba menggalang 80 miliar dolar Hong Kong melalui penerbitan saham baru. Pendanaan besar itu menempatkan Alibaba di tengah perlombaan global untuk membangun kapasitas AI, sekaligus menarik perhatian investor terhadap dilusi kepemilikan saham dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan.
Dilansir dari SCMP, Kamis (27/8/2026), pembelian tersebut mencerminkan keyakinan kuat Ma terhadap arah baru perusahaan yang didirikannya pada 1999. Seorang sumber yang mengetahui transaksi itu mengatakan pembelian tersebut menunjukkan “keyakinan kuat Jack Ma bahwa Alibaba dapat mewujudkan ambisi AI-nya dan menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang di masa depan”.
Keyakinan itu juga datang dari jajaran manajemen aktif. Chairman Alibaba Joe Tsai dan CEO Eddie Wu Yongming secara kumulatif membeli saham senilai 202 juta dolar Hong Kong dalam dua hari. Tsai membeli sekitar 82 juta dolar Hong Kong pada Selasa setelah menggelontorkan 80 juta dolar Hong Kong pada Senin. Pada hari yang sama, Wu membeli saham senilai sekitar 40 juta dolar Hong Kong.
Pembelian pribadi para petinggi tersebut terjadi setelah Alibaba mengumumkan penerbitan saham pertamanya sejak pencatatan di Hong Kong pada 2019. Perusahaan mengumpulkan 80 miliar dolar Hong Kong melalui penjualan saham baru. Dalam pernyataannya, Alibaba mengatakan penerbitan tersebut akan meningkatkan “kemampuan AI secara menyeluruh” dan memperluas “kepemimpinan global perusahaan di bidang AI”.
Minat pasar terhadap transaksi itu sangat besar. Menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut, Alibaba memenuhi target 80 miliar dolar Hong Kong hanya dalam beberapa jam, sementara permintaan keseluruhan mencapai hampir tiga kali lipat dari jumlah yang ditawarkan. Pesanan investasi dilaporkan mencapai 28 miliar dolar AS, dengan kurs Rp17.770 per dolar AS, atau sekitar Rp497,56 triliun, termasuk 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp106,62 triliun dari dana kekayaan negara dan investor jangka panjang.
Namun, besarnya dana yang berhasil dihimpun tidak menghapus kekhawatiran pasar. Saham Alibaba sempat tertekan setelah penerbitan baru tersebut karena investor harus menerima bertambahnya jumlah saham beredar. Pada Selasa, saham Alibaba pulih 1,5 persen dan ditutup pada 114,20 dolar Hong Kong. Pembelian Ma, Tsai, dan Wu kemudian dibaca sebagai dukungan internal terhadap strategi yang sedang dipertaruhkan perusahaan.
Pertaruhan Alibaba kini jauh melampaui bisnis perdagangan elektronik yang membesarkan nama perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu berupaya membangun ekosistem AI yang mencakup cip, infrastruktur komputasi, model bahasa besar, hingga aplikasi. Pendapatan unit komputasi awan dan AI Alibaba melonjak 45 persen secara tahunan pada kuartal Juni. Wu mengatakan perusahaan memperkirakan investasi AI tersebut dapat mencapai titik impas dalam tiga tahun.
Pada awal 2025, Alibaba juga berkomitmen menginvestasikan 380 miliar yuan atau sekitar Rp1.004,72 triliun untuk infrastruktur AI selama tiga tahun. Bulan ini, keluarga model Qwen telah melampaui 3 miliar unduhan global, sementara unit semikonduktor T-Head mulai menerapkan prosesor AI Zhenwu M890 dalam skala komersial. Alibaba Cloud juga memperdalam integrasi infrastruktur cloud dengan ekosistem AI konsumennya melalui pembaruan Token Plan.
Dengan demikian, pembelian saham oleh Ma bukan sekadar transaksi pribadi bernilai besar. Setelah meninggalkan jabatan CEO pada 2013 dan posisi chairman eksekutif pada 2019, Ma kini kembali mengirimkan pesan melalui investasinya sendiri. Bersama Tsai dan Wu, dia menempatkan modal pribadi di balik strategi AI yang sedang menuntut modal raksasa. Langkah tersebut menjadi pertaruhan bahwa transformasi Alibaba dari raksasa perdagangan elektronik menjadi pemain AI global masih memiliki ruang pertumbuhan jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
