
Ilustrasi: Mobil listrik konsep VW e-Bugster yang dibuat VW 2012 lalu. (Carscoops).
JawaPos.com - Volkswagen atau VW pertengahan 2019 lalu resmi mengakhiri perjalanan panjang mobil legendarisnya VW Beetle alias VW Kodok. Mobil VW Beetle sendiri pertama kali diproduksi pada 1938 silam dan kadung menjadi legenda dengan sejuta cerita penggunanya.
Kemudian, Beetle edisi terakhir meluncur di Meksiko menandai akhir perjalanan sang Beetle. Sebanyak 65 Beetle Final Edition dijual melalui internet dengan harga dasar USD 21 ribu atau setara dengan Rp 297 jutaan saat itu.
Kini, hampir setahun kepergian VW Beetle, tampaknya terbuka kemungkinan merek otomotif Jerman itu membangkitkan kembali salah satu nama legendarisnya itu. Kesimpulan itu diambil dari aplikasi merek dagang yang diajukan untuk nama e-Beetle di Kantor Kekayaan Intelektual Eropa (EUIPO) minggu lalu, yang saat ini sedang diperiksa.
Ditemukan oleh anggota forum VWIDTalk, paten merek dagang itu dilaporkan dapat digunakan pada hampir semua hal yang berhubungan dengan otomotif, dari mobil hingga fitur teknologi dan suku cadang. Apakah ini berarti bahwa Beetle listrik sedang menuju ke arah kita? Mungkin iya, mungkin tidak.
Dilansir JawaPos.com via Carscoops, Rabu (22/7), hal tersebut lumrah karena merupakan praktik umum bagi para pembuat mobil untuk mengamankan nama dan atau sebutan yang berbeda dan tidak pernah menggunakannya. Ini adalah sebuah taktik dagang dalam kompetisi dan untuk menghindarkan satu merek menggunakan papan nama yang sama pada merek lainnya.
Dan Beetle, sebagaimana diketahui beserta sejarah panjang di belakangnya adalah papan nama yang sangat penting dalam sejarah perusahaan. Di sisi lain, e-Beetle bisa saja akan jatuh cukup baik di keluarga VW ID, mobil VW bertenaga listrik yang baru diluncurkan.
Itu akan didasarkan pada platform MEB, yang akan membuatnya kompatibel dengan beberapa motor listrik dan paket baterai. E-Beetle juga dinilai sebagai pendekatan baru untuk hatchback kompak ID.3 yang akan datang.
Selain e-Beetle, Volkswagen juga sedang dalam proses mengamankan tiga papan nama lainnya, yaitu e-Golf Classic, e-Karmann dan e-Kubel. Informasi itu datang melalui forum VWIDTalk juga dan keluar setelah memeriksa daftar di EUIPO, ditambah hubungannya dengan dorongan besar VW ke arah elektrifikasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
