
Hyundai Ioniq 5. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kampanye beralih ke kendaraan listrik sedang digencarkan pemerintah dan pabrikan otomotif di tanah air. Satu per satu produk baru berbasis listrik dikenalkan. Mereka sama-sama menawarkan efisiensi tanpa kehilangan kenyamanan kendaraan konvensional. Bahkan dengan janji lebih murah dalam perawatan.
Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Bonar Pakpahan menjelaskan, mobil listrik dikenal sebagai kendaraan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon sebagai penyumbang polusi udara. ”Bisa dikatakan kendaraan listrik menjadi solusi pilihan mobil untuk daerah perkotaan yang sudah terpapar polusi udara tinggi,” ujar Bonar.
Tak hanya mereduksi polusi udara, kendaraan listrik juga tak memproduksi polusi suara. Keunggulan itu membuat pengemudi lebih nyaman dan fokus saat berkendara di jalan. Tanpa suara mesin, kabin mobil lebih sunyi dan tenang. ”Jika pada mobil konvensional biasanya mesin penggerak menghasilkan getaran ke dalam kabin, hal ini tidak terjadi pada mobil listrik,” tambah Bonar.
Soal perawatan, Bonar menjamin mobil listrik jauh lebih mudah dan hemat. Alasannya, mobil-mobil itu tidak memiliki sistem pembuangan. ”Jika mobil konvensional harus mengganti oli, (servis) radiator, dan lainnya, komponen mobil listrik lebih praktis. Dengan begitu, biaya perawatan yang dikeluarkan tidak akan banyak,” ujar Bonar.
Lantas, bagaimana perbandingan biaya konsumsi listrik dengan bahan bakar di mobil konvensional? Direktur Wuling Perdana Yudi Irawan Wijaya memerinci, dengan baterai standar 17,3 kilowatt per jam (kWh), mobil listrik bisa mencapai 200 kilometer. Skema tersebut merupakan perhitungan untuk mobil mini Wuling Air EV.
Artinya, setiap kilometer mobil tersebut hanya menyerap 86,5 watt per jam. Jika dikalikan dengan tarif rumah tangga terbesar, Rp 1.699,53 per kWh, biaya yang dikeluarkan per kilometer sebenarnya hanya Rp 147. Dengan rumus yang sama.
Meski demikian, masih banyak yang meragukan ketangguhan mobil listrik menghadapi banjir. Bonar menjelaskan, genangan banjir yang tidak terlampau tinggi masih aman untuk diterabas. Dia menyebutkan, baterai mobil listrik dirancang untuk resistan terhadap benturan hingga kontaminasi air.
Jika dibandingkan dengan mobil konvensional (internal combustion engine atau mesin pembakaran dalam) yang sangat rentan rusak jika air intake kemasukan air, mobil listrik cenderung lebih aman. Sebab, di mobil listrik tidak ada mekanisme penyedotan udara dari luar.
Technical Service Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi membeberkan beberapa hal yang berpotensi memengaruhi ketahanan baterai pada mobil listrik. Di antaranya, gaya mengemudi yang cenderung agresif akan membuat daya baterai mobil listrik cepat habis.
Artinya, mobil akan lebih sering butuh diisi ulang daripada semestinya. Termasuk rute yang dilewati sehari-hari. Semakin padat lalu lintas atau semakin macet, juga elevasi rute (tanjakan-turunan), berkorelasi langsung pada kinerja baterai.
”Semakin tinggi suhu akan membuat performa baterai cepat turun,” tambah Didi. Jika digunakan dengan benar dan baik, usia pakai baterai mobil listrik bisa bertahan 7–10 tahun.
Meski harga beli mobil listrik relatif lebih mahal, faktor tersebut bisa dikompensasi dengan ”murahnya” pajak tahunan. Pemerintah memberlakukan insentif bagi PPnBM mobil yang dihitung berdasar besaran kadar emisi mobil. Sehingga mobil-mobil yang tergolong hibrida, mobil plug-in hybrid, dan mobil listrik membayar pajak lebih murah. Mengingat mobil-mobil tersebut masuk jenis kendaraan yang ramah lingkungan, punya kadar emisi yang rendah, dan hemat bahan bakar.
Aturan pajak PPnBM itu tertuang dalam PP No 74 Tahun 2021, yaitu pajak penjualan PPnBM untuk mobil listrik akan dikenakan 15 persen dengan dasar pengenaan pajak 0 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022