Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 01.32 WIB

Perketat Standarisasi Karoseri, Dorong Keselamatan Kendaraan Niaga Lewat Aturan dan Inspeksi Digital

Diskusi otomotif terkait kepatuhan regulasi kendaraan niaga dalam proses manufaktur bodi di karoseri. (Rian/JawaPos.com). - Image

Diskusi otomotif terkait kepatuhan regulasi kendaraan niaga dalam proses manufaktur bodi di karoseri. (Rian/JawaPos.com).

JawaPos.com - Keselamatan kendaraan niaga tidak hanya bergantung pada kualitas mesin atau sasis saja, tetapi juga ditentukan oleh proses pembangunan bodi kendaraan yang sesuai standar.

Pemasangan karoseri yang tidak mengikuti regulasi dapat memengaruhi distribusi beban, menurunkan daya tahan kendaraan, hingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Karena itu, standarisasi karoseri menjadi salah satu faktor penting dalam industri kendaraan komersial. Selain memastikan kendaraan memenuhi ketentuan keselamatan, penerapan standar juga menjaga kualitas produk tetap konsisten dan memberikan kepastian bagi konsumen.

Menjawab isu tersebut, Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengklaim terus memperkuat program standarisasi karoseri melalui penerapan Body Mounting Manual (BMM) dan digitalisasi Pre Delivery Inspection (PDI).

Program ini bertujuan memastikan setiap bodi kendaraan yang dipasang pada chassis Hino memenuhi regulasi, memiliki kualitas yang seragam, serta mendukung aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan kendaraan selama digunakan.

Truck & Bus Bodymaker Hino Motors Sales Indonesia, Dody Pramono, mengatakan program standarisasi merupakan proses verifikasi sekaligus penyelarasan pengerjaan karoseri agar sepenuhnya sesuai dengan regulasi dan pedoman teknis yang berlaku.

Menurutnya, seluruh proses pembangunan bodi kendaraan harus mengacu pada Body Mounting Manual (BMM) Hino. Pedoman tersebut menjadi acuan utama agar bodi kendaraan terintegrasi dengan baik pada chassis, sekaligus menjaga kualitas Quality, Durability, dan Reliability (QDR) serta mencegah potensi masalah akibat pemasangan bodi yang tidak sesuai standar.

"Standarisasi adalah komitmen bersama. Dengan mengikuti pedoman BMM dan SOP yang terukur, kita memastikan setiap kendaraan Hino memberikan performa maksimal, keamanan tanpa kompromi, dan jaminan Uptime 100% bagi pelanggan," ujar Dody ditemui JawaPos.com di dalam diskusi otomotif di arena GIIAS 2026.

Dody menegaskan, standarisasi bukan sekadar proses audit teknis. Lebih dari itu, program tersebut menjadi investasi strategis untuk meningkatkan daya saing industri karoseri nasional.

Menurutnya, setiap kendaraan Hino yang keluar dari karoseri harus memiliki kualitas, tingkat keamanan, dan kenyamanan yang sama tanpa bergantung pada lokasi pembuatannya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore