
Elon Musk mengarahkan energi surya Tesla dari kebutuhan rumah tangga menuju infrastruktur AI masa depan (Business Insider)
JawaPos.com - Ambisi Elon Musk terhadap energi surya memasuki babak baru. Jika satu dekade lalu Tesla membangun narasi panel surya untuk rumah tangga, kini energi matahari diposisikan sebagai fondasi bagi ekspansi kecerdasan buatan (AI), robot humanoid, dan pusat data berskala besar. Langkah tersebut diwujudkan melalui dua perjanjian pembelian listrik jangka panjang dari proyek tenaga surya skala utilitas dengan total kapasitas sekitar 600 megawatt.
Dilansir dari Business Insider, Rabu (29/7/2026), Tesla akan membeli sekitar 1 terawatt-jam listrik per tahun dari Project Sterling milik ContourGlobal di Arizona. Jumlah tersebut mencakup sekitar 90 persen produksi proyek dan setara dengan kebutuhan listrik bagi sekitar 100.000 rumah di Amerika Serikat. Di saat yang sama, Tesla juga menyepakati pembelian seluruh produksi proyek surya Lumen Farm berkapasitas 140 megawatt milik Zelestra di Texas.
Arah baru tersebut menandai perubahan visi Musk dari pemanfaatan energi surya untuk konsumen menjadi sumber daya bagi kebutuhan industri AI. Ketika mengakuisisi SolarCity senilai USD 2,6 miliar (sekitar Rp46,98 triliun dengan kurs Rp18.070 per dolar AS) pada 2016, Tesla menyatakan, "Pelanggan Tesla dapat mengendarai mobil ramah lingkungan dan menggunakan paket baterai kami agar konsumsi energi lebih efisien, tetapi mereka tetap membutuhkan akses ke sumber energi paling berkelanjutan yang tersedia, yaitu matahari."
Meski demikian, bisnis panel surya rumah tangga tidak dihentikan. Tesla dalam pembaruan kepada pemegang saham pada April lalu menyebut telah memulai penyebaran panel surya residensial produksi Gigafactory New York secara lebih luas. Perusahaan juga tetap memasarkan baterai rumah tangga Powerwall. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fokus investasi semakin bergeser ke jaringan listrik skala besar seiring melonjaknya kebutuhan energi akibat perkembangan AI dan robotika.
Perubahan strategi itu berkaitan langsung dengan agenda AI Tesla. Perusahaan telah memperingatkan investor bahwa pusat data untuk layanan dan produk AI akan membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah sangat besar. Tesla bahkan memperkirakan belanja modal pada 2026 melampaui USD 25 miliar untuk membangun pabrik, infrastruktur Robotaxi, robot humanoid Optimus, serta fasilitas riset semikonduktor yang seluruhnya bergantung pada komputasi AI berskala besar.
Sejalan dengan itu, Musk terus menekankan pentingnya energi surya sebagai solusi pasokan listrik. Dalam paparan kinerja Januari, dia mengatakan, "Peluang energi surya masih diremehkan," seraya menambahkan bahwa kombinasi panel surya dan baterai merupakan "cara terbaik" untuk menambah kapasitas jaringan listrik.
Pesan yang sama kembali ditegaskan dalam paparan kinerja Tesla pada 22 Juli. Menurut Musk, perusahaan teknologi berskala sangat besar kini kesulitan memperoleh listrik yang cukup untuk komputasi AI.
"Energi dari matahari tersedia jauh lebih besar daripada sumber energi lainnya. Kami meyakini keterbatasan pasokan listrik akan menjadi dan bahkan sudah menjadi persoalan utama bagi AI," ujarnya.
Kesepakatan terbaru itu sekaligus menjadikan Tesla salah satu pembeli listrik tenaga surya skala utilitas terbesar. ContourGlobal menargetkan Project Sterling mulai beroperasi secara komersial pada 2028 dan menyebutnya sebagai aset energi terbarukan terbesar yang pernah dikembangkan perusahaan. Sementara itu, Zelestra menargetkan proyek Lumen Farm beroperasi penuh pada 2029.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
