
Cip Groq 3 Nvidia menjadi bagian dari koalisi CuspAI yang mengembangkan AI untuk menemukan material baru bagi industri cip (The Guardian)
JawaPos.com - Pendiri Amazon Jeff Bezos bersama pemerintah Inggris menanamkan investasi pada startup kecerdasan buatan (AI) asal Cambridge, CuspAI, yang kini memiliki valuasi £2 miliar atau sekitar Rp48,2 triliun (kurs Rp24.100 per pound sterling).
Perusahaan tersebut mengembangkan AI untuk mempercepat penemuan material baru sekaligus mengurangi penggunaan logam langka dalam rantai pasok industri semikonduktor, sebuah bidang yang dinilai akan menentukan daya saing teknologi global pada masa mendatang.
Pendanaan itu juga menandai semakin besarnya perhatian investor global terhadap AI yang diterapkan pada riset ilmu material. Berbeda dengan perusahaan AI yang berfokus pada chatbot atau pembuat konten, CuspAI mengembangkan sistem AI yang dirancang untuk menemukan material baru yang dapat mempercepat inovasi industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap logam langka dalam rantai pasok semikonduktor.
Baca Juga:Didukung Jeff Bezos, General Fusion Jadi Perusahaan Fusi Nuklir Pertama yang Melantai di Nasdaq
Dilansir dari The Guardian, Selasa (21/7/2026), pendanaan tersebut turut melibatkan dana kedaulatan AI pemerintah Inggris (Sovereign AI Fund). CuspAI juga meluncurkan AI Materials Foundry, sebuah konsorsium yang beranggotakan lebih dari 48 perusahaan teknologi, industri, dan lembaga riset. Koalisi itu bertujuan membangun perangkat lunak berbasis AI untuk mempercepat penemuan material baru bagi industri cip dan berbagai sektor manufaktur berteknologi tinggi.
Perusahaan itu berharap AI mampu memangkas waktu penelitian secara signifikan sekaligus mengurangi, bahkan menghilangkan, penggunaan logam langka seperti iridium dan rutenium dalam rantai pasok industri semikonduktor. Upaya tersebut dinilai penting mengingat meningkatnya kebutuhan material baru seiring pesatnya perkembangan AI di seluruh dunia.
Koalisi AI Materials Foundry juga melibatkan sejumlah raksasa industri, termasuk Nvidia, Meta Platforms, dan Hyundai. Mereka akan memanfaatkan frontier AI, yakni model AI paling mutakhir yang bersifat serbaguna, untuk menemukan material yang dapat meningkatkan efisiensi jaringan energi, baterai, sekaligus memperkuat kemampuan semikonduktor yang menjadi fondasi perkembangan AI.
Pendiri CuspAI, Dr. Chad Edwards dan Prof. Max Welling, menilai tantangan terbesar industri saat ini bukan lagi kekurangan komputasi, melainkan keterbatasan material.
"Jika kita tidak membuat kemajuan dengan cepat, 50 tahun perkembangan industri berikutnya akan dibatasi oleh satu tantangan, yakni dunia membutuhkan material yang bahkan belum ada saat ini," kata keduanya.
Mereka menambahkan, "Itulah misi kami, menggabungkan AI agenik paling mutakhir dengan keahlian mendalam, akses terhadap data eksklusif, dan kemitraan erat dengan pelanggan. Dunia tidak akan mampu mencapai kemajuan yang dibutuhkan hanya dengan mengandalkan material yang telah dikenal saat ini."

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
