
Robotaxi melaju di jalan raya di Tiongkok mencerminkan pesatnya perkembangan teknologi kendaraan otonom di negara tersebut (SCMP)
JawaPos.com - Persaingan membangun layanan robotaxi memasuki fase baru yang lebih agresif. Jika selama beberapa tahun terakhir industri ini masih didominasi uji coba terbatas, kini berbagai indikator menunjukkan bahwa kendaraan otonom tanpa pengemudi mulai bergerak menuju komersialisasi berskala besar.
Morgan Stanley memperkirakan pasar robotaxi global dapat mencapai USD 1 triliun atau sekitar Rp17.970 triliun (dengan kurs Rp 17.970 per dolar AS) pada 2040, didorong oleh kemajuan kecerdasan buatan (AI), penurunan biaya perangkat keras, dan regulasi yang semakin jelas.
Proyeksi tersebut menempatkan pemain asal Tiongkok seperti Baidu, Xpeng, WeRide, Pony.ai, dan DiDi Global sebagai penantang utama di kawasan Asia, sementara di tingkat global persaingan dipimpin oleh Tesla milik Elon Musk dan Waymo, unit kendaraan otonom milik Alphabet. Kompetisi tidak lagi hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga kemampuan menekan biaya produksi dan memperluas operasi secara komersial.
Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (8/7/2026), Morgan Stanley menyebut turunnya biaya manufaktur di Tiongkok akan menjadi "akselerator utama yang selama ini kurang mendapat perhatian" bagi perkembangan industri robotaxi. Bank investasi tersebut memperkirakan biaya komponen untuk setiap robotaxi buatan Tiongkok akan turun menjadi USD 35.000-40.000 atau sekitar Rp628,95 juta hingga Rp718,8 juta pada 2027.
Selain itu, Morgan Stanley menilai kombinasi biaya perangkat keras yang semakin murah, perkembangan AI yang pesat, dan kepastian regulasi akan membuat layanan robotaxi mampu menutup biaya operasional kendaraan mulai 2028. Kondisi tersebut diperkirakan menjadi fondasi bagi pengoperasian komersial dalam skala besar pada 2030.
Laporan yang sama juga menegaskan bahwa meskipun Amerika Serikat dan Tiongkok saat ini masih mendominasi industri kendaraan otonom, "Eropa dan Asia yang lebih luas dapat muncul dengan peran yang semakin penting pada pertengahan dekade ini." Pernyataan itu menunjukkan bahwa persaingan robotaxi diperkirakan berkembang menjadi kompetisi lintas kawasan, bukan lagi terbatas pada dua negara adidaya teknologi tersebut.
Morgan Stanley menilai setiap pemain asal Tiongkok memiliki keunggulan struktural yang berbeda. WeRide dan Pony.ai memperoleh pengalaman operasional dari penerapan kendaraan otonom di berbagai kota. Baidu mengombinasikan kapasitas komputasi dengan basis pengguna yang luas, sementara Xpeng unggul dalam teknologi mengemudi otonom yang terintegrasi dengan kendaraan listrik pintar. Di sisi lain, DiDi Global memiliki kekuatan pada jaringan penumpang yang telah terbentuk melalui layanan transportasi daringnya.
Sebaliknya, di Amerika Serikat, Waymo dan Tesla diproyeksikan menjadi tolok ukur industri global berkat armada kendaraan yang besar serta kemampuan pengembangan perangkat lunak dan AI. Persaingan kedua ekosistem tersebut diperkirakan akan menentukan arah evolusi mobilitas otonom dalam beberapa tahun mendatang.
Morgan Stanley juga memprediksi industri akan mengalami perubahan mendasar dari model armada terpusat menuju jaringan mobilitas yang lebih terdistribusi. Transformasi tersebut diperkirakan mendorong jumlah robotaxi di seluruh dunia mencapai sekitar 2,5 juta unit pada 2035, dengan kapasitas layanan harian yang setara dengan jumlah penduduk negara seperti Korea Selatan, Prancis, atau Jerman.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
