
Menkomdigi Meutya Hafid. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menilai Indonesia perlu mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem ekonomi digital global. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar bagi berbagai layanan dan produk digital, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah serta menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi digital dunia.
Dorongan tersebut menjadi semakin relevan mengingat besarnya potensi ekonomi digital nasional. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai sekitar USD 100 miliar, tertinggi di kawasan ASEAN, dan diperkirakan meningkat hingga USD 360 miliar pada 2030. Potensi tersebut dinilai harus dioptimalkan agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional.
Dalam Asia Economic Summit yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (17/6), Meutya menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar memperluas konektivitas digital.
“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memimpin transformasi digital di kawasan. Selain didukung populasi sekitar 281 juta jiwa atau hampir 40 persen dari total penduduk ASEAN, Indonesia juga memiliki sekitar 220 juta pengguna internet, pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, serta aliran investasi asing langsung yang mencapai US$55 miliar sepanjang tahun lalu.
Meski telah menjadi pemain terbesar di ASEAN dari sisi nilai ekonomi digital, Meutya mengingatkan bahwa besarnya ukuran pasar belum tentu mencerminkan kekuatan ekonomi yang sesungguhnya.
“Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar USD 100 miliar atau hampir sepertiga dari total kawasan. Namun, besarnya angka tidak otomatis berarti kekuatan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah mendorong strategi retensi nilai agar manfaat ekonomi digital tidak lebih banyak mengalir ke luar negeri, melainkan dapat dinikmati dan berputar di dalam negeri. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, dan berbagai usaha skala kecil lainnya.
“Sebagai contoh, nelayan kini bisa menjual hasil tangkapan langsung ke pasar melalui aplikasi dan mendapatkan pendapatan jauh lebih besar. Produsen kecil dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri bahkan kawasan tanpa perantara yang mengambil sebagian besar keuntungan. Inilah makna sebenarnya dari transformasi digital,” jelas Meutya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
