Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 13.25 WIB

Persneling Mobil Bunyi “Krek” Saat Pindah Gigi? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Ini

 
 

Ilustrasi: Tuas persneling mobil. (Wuling).

 

JawaPos.com - Suara aneh saat memindahkan gigi mobil sering kali dianggap hal biasa oleh sebagian pengemudi. Padahal, bunyi “krek” atau gesekan pada persneling bisa menjadi sinyal awal adanya masalah pada sistem transmisi maupun kopling kendaraan.

Jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan dapat merambat ke komponen lain dan biaya perbaikannya pun bisa semakin besar.

Kondisi ini umumnya muncul ketika perpindahan gigi tidak berjalan mulus. Penyebabnya beragam, mulai dari kampas kopling yang mulai habis, oli transmisi yang sudah tidak optimal, hingga komponen internal gearbox yang mengalami keausan. Karena itu, penting untuk memahami sumber masalahnya agar mobil tetap nyaman digunakan dan terhindar dari kerusakan lebih parah.

Berikut 4 penyebab persneling bunyi saat pindah gigi seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Kampas Kopling Sudah Menipis

Salah satu penyebab paling sering munculnya bunyi saat pindah gigi adalah kondisi kampas kopling yang mulai aus. Komponen ini bertugas memutus aliran tenaga dari mesin ketika kamu menginjak pedal kopling sebelum mengganti gigi.

Saat permukaan kampas sudah menipis, proses pemutusan tenaga tidak lagi bekerja sempurna. Akibatnya, putaran mesin masih tersalurkan ke transmisi ketika gigi dipindahkan. Kondisi tersebut membuat gesekan antar komponen menjadi lebih keras dan memunculkan suara kasar dari area persneling.

Biasanya, tanda lain juga mulai terasa, seperti pedal kopling yang lebih dalam, terasa berat, atau respons perpindahan gigi yang tidak senyaman biasanya. Jika terus dipakai tanpa perbaikan, kerusakan bisa menjalar ke bagian transmisi lainnya.

2. Komponen Synchronizer Mengalami Keausan

Di dalam sistem transmisi manual terdapat komponen bernama synchronizer yang berfungsi menyamakan putaran roda gigi sebelum perpindahan dilakukan. Ketika bagian ini mulai aus, proses sinkronisasi tidak berjalan sempurna sehingga gigi sulit masuk dengan halus.

Akibatnya, saat kamu mencoba memindahkan gigi akan terdengar bunyi “krek” atau gesekan logam. Selain menimbulkan suara, perpindahan gigi juga biasanya terasa lebih berat dibandingkan kondisi normal.

Masalah ini sering terjadi pada mobil dengan usia pemakaian cukup lama atau kendaraan yang jarang mendapatkan perawatan transmisi. Penanganannya pun tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus membongkar bagian internal gearbox.

3. Oli Transmisi Sudah Kotor atau Volumenya Kurang

Oli transmisi memiliki fungsi penting untuk melumasi sekaligus melindungi komponen di dalam gearbox dari gesekan berlebih. Jika kualitas oli sudah menurun atau jumlahnya berkurang, proses pelumasan tidak lagi maksimal.

Kondisi tersebut membuat komponen transmisi bekerja lebih keras sehingga memunculkan bunyi saat perpindahan gigi dilakukan. Bahkan, oli yang terlalu kotor juga dapat mempercepat keausan roda gigi dan komponen lainnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore