Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 05.22 WIB

Apa Penyebab Taksi Listrik Green SM Mogok di Atas Rel hingga Jadi Biang Kerok Kecelakaan Kecelakaan Kereta? Begini Kata Pakar Otomotif

Penampakan Taksi Green SM yang tertabrak KRL Commuterline yang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Penampakan Taksi Green SM yang tertabrak KRL Commuterline yang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com-Insiden terlibatnya taksi listrik dalam kecelakaan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, memunculkan perhatian publik terkait kemungkinan dan dugaan kendaraan listrik tersebut mengalami mogok mendadak, khususnya saat melintasi rel.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu kepada Antara pada Rabu memaparkan beberapa kemungkinan teknis yang dapat menjadi penyebab kejadian tersebut. Menurut Yannes, salah satu faktor yang mungkin terjadi berkaitan dengan baterai dengan tegangan rendah alias aki.

’’Secara teknis, berbagai kemungkinan yang bisa terjadi adalah baterai low voltage 12V yang jadi sumber daya awal untuk menghidupkan sistem komputer, relay dan kontaktor, sistem keselamatan, sensor, dan modul kontrol, proses booting saat mobil dinyalakan, sehingga saat tegangannya turun terlalu rendah maka seluruh sistem yang disebutkan akan terdampak," kata dia.

Selain itu, ia juga menyoroti faktor getaran saat taksi listrik Green SM tersebut melintasi rel. ’’Getaran panjang saat berkendara pada sistem sensor dan ADAS yang dapat mengendurkan berbagai bagian dan saat ditambahkan dengan getaran keras berpotensi menyebabkan berbagai sambungan atau komponen terlepas dan berujung pada berhentinya motor atau turunnya efisiensi mekanisme transmisi penggerak, sehingga EV berhenti," jelas Yannes.

Kemungkinan lain adalah aktifnya sistem keamanan cerdas kendaraan secara otomatis saat terdeteksi adanya anomali. ’’Ketika sistem mendeteksi anomali, fitur keamanan seperti steering lock atau immobilizer bisa aktif secara otomatis dan mengunci seluruh sistem kendaraan," Yannes menjelaskan.

Selain itu, Yannes mengatakan potensi gangguan juga bisa jadi bersumber pada sistem manajemen baterai (BMS). ’’Gangguan komunikasi battery management system yang berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pembacaan arus listrik, estimasi SOC yang salah yang berujung misalnya pada pengambilan keputusan seperti padam mendadak. Selain itu, kegagalan komponen utama juga dapat berdampak signifikan,’’ urainya.

Jika inverter atau konverter DC-DC gagal, kendaraan bisa mengalami hilangnya daya secara tiba-tiba, penurunan akselerasi, atau kegagalan sistem total. Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh kemungkinan tersebut masih bersifat teknis dan memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan sejumlah orang terluka.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore