Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 00.47 WIB

Musim Kemarau 2026, AC Mobil Lebih Cepat Bermasalah? Ini Penyebabnya

Ilustrasi: Filter AC mobil kotor. - Image

Ilustrasi: Filter AC mobil kotor.

JawaPos.com - Memasuki musim kemarau 2026, suhu udara di berbagai wilayah Indonesia mulai meningkat. Paparan panas yang lebih intens, terutama pada siang hari, membuat kabin mobil lebih cepat panas, apalagi jika kendaraan diparkir di area terbuka.

Kondisi ini berdampak pada kinerja sistem pendingin atau AC mobil yang harus bekerja lebih keras untuk menjaga kenyamanan selama berkendara.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih awal sejak April dan akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Selain suhu tinggi, kondisi udara yang lebih kering dan berdebu juga memengaruhi performa AC. Salah satu komponen penting yang sering diabaikan adalah filter AC.

Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi, menjelaskan bahwa filter AC berfungsi menyaring debu sebelum udara masuk ke sistem pendingin.

“Filter AC berperan penting menjaga sirkulasi udara tetap bersih. Jika kotor, kinerja pendinginan bisa menurun dan kualitas udara di dalam kabin juga terganggu,” ujarnya.

Menurut Hariadi, pengecekan lebih dini pada komponen ini sangat esensial. Langkah ini tidak hanya menjaga performa pendinginan secara teknis, tetapi juga memastikan sirkulasi udara tetap sehat bagi penumpang.

Mengenal Komponen & Material Filter AC

Secara teknis, filter AC berperan sebagai saringan mekanis utama guna menjaga kemurnian udara sebelum masuk ke sistem pendinginan udara. Alur kerja bermula saat blower menarik udara panas dari kabin atau luar, lalu mengalirkannya melalui filter AC sebelum mencapai kisi-kisi evaporator.

Penyaringan partikel sejak dini membantu menekan risiko penumpukan kotoran pada unit pendingin di dalam dasbor. Untuk menunjang fungsi krusial tersebut, filter AC memiliki kemampuan menangkap berbagai partikel sesuai spesifikasi materialnya:

  • Material Kertas/Serat Non-Woven: Merupakan jenis standar efektif menyaring partikel debu besar, serbuk sari, dan kotoran jalanan.
  • Carbon Active (Arang Aktif): Material premium dengan kemampuan menyaring partikel fisik, sekaligus menyerap bau tidak sedap dan gas polutan dari luar kendaraan.
  • Material Elektrostatik: Menggunakan muatan listrik statis untuk menarik partikel lebih halus agar tidak lolos ke dalam sistem sirkulasi.

Mayoritas kendaraan, termasuk mobil Suzuki, menggunakan filter AC bermaterial kertas atau serat non-woven. Jenis ini dipilih karena memiliki keunggulan bobot ringan, daya saring rapat, durabilitas baik, serta lebih efisien secara biaya perawatan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore