
Wamenkomdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)
JawaPos.com - Penanganan hoaks kesehatan dinilai harus dimulai dari hulu, salah satunya melalui kolaborasi dengan platform digital agar masyarakat memperoleh kejelasan terkait sumber informasi kesehatan yang beredar.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa hoaks kesehatan menjadi tantangan besar di ruang digital karena dampaknya yang luas terhadap publik. Menurutnya, isu ini bahkan menjadi salah satu yang paling cepat menyebar.
“Selain hoaks politik itu, yang kedua hoaks kesehatan saya kira yang paling viral. Karena kesehatan concern semua orang,” ujarnya dalam audiensi bersama Kementerian Kesehatan dan Risk Communication and Community Engagement (RCCE) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan bahwa penyebaran hoaks kesehatan tidak mudah ditangani jika hanya mengandalkan patroli siber maupun sistem pelaporan konten.
“Untuk mendeteksi hoaks kesehatan dengan jumlah konten yang mungkin ada puluhan ribu atau mungkin juga bisa ratusan ribu, ini agak sulit menggunakan metode biasa,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah mendorong pendekatan pencegahan sejak awal dengan melibatkan platform digital dalam pengelolaan informasi kesehatan. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memberikan penanda atau keterangan pada konten guna membantu masyarakat memahami asal-usul informasi.
“Di hulunya itu dengan kita membuat kesepakatan bersama dengan platform untuk melakukan semacam verifikasi akun yang legitimate untuk membuat konten-konten kesehatan,” jelas Wamen Nezar.
Ia menekankan, kebijakan ini bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam berbagi informasi, melainkan memberikan konteks agar publik dapat menilai tingkat kredibilitas suatu konten.
Menurutnya, penting bagi masyarakat mengetahui apakah informasi kesehatan disampaikan oleh tenaga medis yang memiliki lisensi atau tidak, sehingga dapat lebih berhati-hati dalam menyaring informasi.
“Sekarang yang mengaku dokter banyak. Siapa yang validasi dia dokter?” ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
