Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 April 2026 | 02.01 WIB

Transformasi Layanan Alih Daya, Perkenalkan Ekosistem Operasional Terintegrasi

Ilustrasi: Ekosistem digital bantu usaha kecil perlebar sayap. (IMD Business School) - Image

Ilustrasi: Ekosistem digital bantu usaha kecil perlebar sayap. (IMD Business School)

JawaPos.com – Perubahan kebutuhan dunia usaha mendorong transformasi di sektor layanan alih daya. Perusahaan kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga sistem operasional yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data.

Menjawab tantangan tersebut, Shelter Indonesia memperkenalkan arah baru bisnisnya dengan menghadirkan ekosistem digital untuk mendukung operasional yang lebih terukur. Langkah ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya proses operasional yang berjalan terpisah dan manual, sehingga dinilai kurang efektif di tengah dinamika bisnis saat ini.

Melalui platform digital bernama Shelter+, perusahaan mencoba mengintegrasikan berbagai fungsi operasional dalam satu sistem. Platform ini mencakup pemantauan keamanan, pengelolaan layanan kebersihan, aktivitas penjualan, hingga tenaga kerja fleksibel, yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Chief Executive Officer Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, menilai tantangan operasional saat ini tidak lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga bagaimana proses tersebut bisa dipantau dan diukur.

“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujarnya.

Dari sisi pasar, kebutuhan akan transparansi dan kontrol juga semakin meningkat. Chief Marketing Officer Shelter Indonesia, Nino Mayvi, mengatakan bahwa klien kini menuntut visibilitas yang lebih jelas dalam proses operasional.

“Pasar hari ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan visibilitas, kontrol, dan transparansi. Karena itu, kami membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan klien modern,” katanya.

Business Consultant Shelter Indonesia, Gordon John Stevenson, menilai langkah ini sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan industri.

“Apa yang sedang dibangun Shelter bukan sekadar digitalisasi. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan pasar sekaligus penegasan yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan,” ujarnya.

Transformasi ini mencerminkan pergeseran model layanan alih daya, dari yang sebelumnya berbasis tenaga kerja menjadi sistem terintegrasi yang menggabungkan sumber daya manusia dan teknologi. Di tengah tuntutan efisiensi dan akuntabilitas, pendekatan semacam ini dinilai menjadi kunci bagi perusahaan untuk tetap kompetitif.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore