
Ilustrasi: Ekosistem digital bantu usaha kecil perlebar sayap. (IMD Business School)
JawaPos.com – Perubahan kebutuhan dunia usaha mendorong transformasi di sektor layanan alih daya. Perusahaan kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga sistem operasional yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data.
Menjawab tantangan tersebut, Shelter Indonesia memperkenalkan arah baru bisnisnya dengan menghadirkan ekosistem digital untuk mendukung operasional yang lebih terukur. Langkah ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya proses operasional yang berjalan terpisah dan manual, sehingga dinilai kurang efektif di tengah dinamika bisnis saat ini.
Melalui platform digital bernama Shelter+, perusahaan mencoba mengintegrasikan berbagai fungsi operasional dalam satu sistem. Platform ini mencakup pemantauan keamanan, pengelolaan layanan kebersihan, aktivitas penjualan, hingga tenaga kerja fleksibel, yang sebelumnya berjalan secara terpisah.
Chief Executive Officer Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, menilai tantangan operasional saat ini tidak lagi sekadar memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga bagaimana proses tersebut bisa dipantau dan diukur.
“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” ujarnya.
Dari sisi pasar, kebutuhan akan transparansi dan kontrol juga semakin meningkat. Chief Marketing Officer Shelter Indonesia, Nino Mayvi, mengatakan bahwa klien kini menuntut visibilitas yang lebih jelas dalam proses operasional.
“Pasar hari ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga membutuhkan visibilitas, kontrol, dan transparansi. Karena itu, kami membangun solusi yang relevan dengan kebutuhan klien modern,” katanya.
Business Consultant Shelter Indonesia, Gordon John Stevenson, menilai langkah ini sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan industri.
“Apa yang sedang dibangun Shelter bukan sekadar digitalisasi. Ini adalah respons strategis terhadap kebutuhan pasar sekaligus penegasan yang jelas mengenai arah perusahaan ke depan,” ujarnya.
Transformasi ini mencerminkan pergeseran model layanan alih daya, dari yang sebelumnya berbasis tenaga kerja menjadi sistem terintegrasi yang menggabungkan sumber daya manusia dan teknologi. Di tengah tuntutan efisiensi dan akuntabilitas, pendekatan semacam ini dinilai menjadi kunci bagi perusahaan untuk tetap kompetitif.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
