Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 14.51 WIB

Penjualan Sepeda Motor di Q1 2026 Melemah, Dinilai Sebagai Siklus Tahunan

Motor dual-purpose adventure inMotor dual-purpose adventure beustan QJMotor yang baru diluncurkan. (Dony/JawaPos.com) - Image

Motor dual-purpose adventure inMotor dual-purpose adventure beustan QJMotor yang baru diluncurkan. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penjualan sepeda motor di Indonesia menunjukkan penurunan selama kuartal I-2026. Penurunan ini tampak dari data distribusi yang dirilis oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), yang mencatat perlambatan dibandingkan baik bulan sebelumnya maupun periode yang sama pada tahun lalu.

Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah faktor musiman, terutama berkurangnya hari kerja selama libur Lebaran. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa penyebab utama perlambatan lebih berkaitan dengan waktu operasional yang lebih singkat, bukan karena melemahnya daya beli masyarakat.

Penjualan Menurun Signifikan

Menurut data AISI, pada Maret 2026 penjualan sepeda motor tercatat sebanyak 448.974 unit, turun sebesar 22,37% dari Februari yang mencapai 578.354 unit. Secara kumulatif, penjualan sepanjang kuartal I-2026 mencapai 1.614.091 unit atau sekitar 25% dari target tahunan yang dipatok pada kisaran 6,4–6,7 juta unit.

Namun, angka ini masih lebih rendah sekitar 4,11% dibandingkan kuartal I-2025 dengan total 1.683.262 unit.

Faktor-Faktor Penurunan Penjualan Motor

Di luar libur Lebaran, beberapa faktor lain turut memengaruhi tren ini:

  • Hari kerja yang lebih sedikit dimana aktivitas distribusi dan pembelian mengalami perlambatan selama periode libur panjang.
  • Penundaan pembelian (wait and see), konsumen cenderung menahan belanja pasca pengeluaran besar selama Lebaran.
  • Gangguan distribusi logistik sementara, pengiriman unit ke dealer tidak berjalan optimal selama periode tersebut.
  • Pelemahan ekspor, dimana permintaan pasar luar negeri pada periode yang sama cenderung berkurang.

Meski demikian, isu kenaikan harga BBM akibat ketegangan global dinilai tidak memiliki dampak langsung terhadap penjualan motor karena kendaraan roda dua terkenal hemat konsumsi bahan bakar.

Penurunan penjualan ini memberikan beberapa implikasi bagi sektor industri roda dua:

  • Stok di tingkat dealer meningkat akibat melambatnya penyerapan pasar.
  • Produsen kemungkinan menyesuaikan kapasitas produksi untuk menjaga keseimbangan supply dan demand.
  • Ekspor baik dalam bentuk unit utuh (CBU), komponen (CKD), maupun suku cadang ikut melemah.

Data menunjukkan ekspor CBU turun menjadi 48.970 unit dari sebelumnya 57.688 unit, sementara ekspor CKD dan suku cadang juga mengalami penurunan yang signifikan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore