Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 16.37 WIB

Canggih tapi Berisiko Tinggi, Ini Perlunya Etika dalam Teknologi AI

Di banyak negara, kerangka regulasi mengenai AI masih belum jelas. (AI Business) - Image

Di banyak negara, kerangka regulasi mengenai AI masih belum jelas. (AI Business)

Jadi, mau nggak mau, tanggung jawab etika jatuh ke tangan pelaku bisnis dan pembuat sistem. Mereka harus berinisiatif membangun sistem yang transparan, terbatas, dan tetap dalam pengawasan manusia. 

Bukan karena disuruh, tapi karena itu cara paling masuk akal untuk menjaga kepercayaan pengguna.

Perlu digarisbawahi juga, AI memang bisa bantu banyak hal, dari urusan sales, customer support, sampai logistik. Tapi bukan berarti semua harus diserahkan ke AI. 

Catatan SleekFlow menyebut, pendekatan kolaboratif, di mana AI dan manusia saling melengkapi, saat ini dianggap paling masuk akal. Dan di tengah ketiadaan aturan jelas, pendekatan seperti ini bisa jadi langkah awal menuju masa depan teknologi yang lebih aman, manusiawi, dan bisa dipercaya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore