JawaPos.com - Gembar-gembor skandal otomotif Jepang mengungkapkan fakta terbaru. Selama ini yang diketahui bermasalah hanya Toyota dan grupnya, Daihatsu yang terlibat skandal keselamatan di Jepang, tapi ternyata banyak pemain lainnya juga terlibat hal yang sama.
Hal ini menyusul laporan yang menyebut para pejabat Jepang mengatakan pada awal pekan lalu bahwa mereka menemukan kejanggalan dalam uji keselamatan yang dilakukan oleh beberapa produsen mobil terkemuka di negara itu, termasuk penjual mobil terbesar di dunia, Toyota.
Kementerian Transportasi Jepang mengatakan produsen mobil selain Toyota yakni Mazda, Honda, Suzuki dan Yamaha Motor diketahui telah menyerahkan data uji keselamatan yang salah atau dimanipulasi ketika mereka mengajukan permohonan sertifikasi kendaraan. Demikian dilansir Reuters via Asia Financial.
Perkembangan ini menandai memburuknya skandal yang muncul di Jepang tahun lalu, setelah afiliasi Toyota, Daihatsu, diketahui melakukan kecurangan dalam uji keselamatan pada lebih dari 88.000 kendaraan. Buntutnya, Daihatsu menangguhkan semua pengiriman pada bulan Desember.
Menyusul Daihatsu, pada Senin pekan lalu, pejabat Jepang memerintahkan Toyota Mazda dan Yamaha untuk menangguhkan pengiriman beberapa kendaraan juga. Pejabat kementerian transportasi sekarang akan melakukan inspeksi di kantor pusat Toyota di prefektur Aichi pada hari Selasa.
“Sebagai penanggung jawab Grup Toyota, saya dengan tulus ingin meminta maaf kepada pelanggan kami, penggemar mobil, dan seluruh pemangku kepentingan atas hal ini,” jelas Akio Toyoda, cucu pendiri Toyota, mengatakan pada konferensi pers.
Dia mengatakan mobil-mobil tersebut tidak melalui proses sertifikasi yang benar sebelum dijual. Toyota mengatakan pihaknya menghentikan sementara pengiriman dan penjualan tiga model mobil buatan Jepang.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Jepang Yoshimasa Hayashi menyebut pelanggaran tersebut “sangat disesalkan”.
Toyota sendiri mengatakan kesalahannya terjadi selama enam tes berbeda yang dilakukan pada tahun 2014, 2015 dan 2020.
Kendaraan yang terkena dampak adalah tiga model produksi yakmi Corolla Fielder, Corolla Axio dan Yaris Cross dan versi yang dihentikan dari empat model populer, termasuk satu yang dijual dengan merek mewah Lexus.
Dalam satu contoh kasus, Toyota telah mengukur kerusakan akibat tabrakan di satu sisi kap model, sementara itu diharuskan melakukannya di kedua sisi. Dalam kasus lain, pihaknya mengatakan pihaknya melakukan pengujian tertentu melalui pengujian pengembangan dengan persyaratan yang lebih ketat dari pada yang ditetapkan oleh kementerian dan tidak memenuhi persyaratan pemerintah.
Toyota mengatakan pihaknya masih menyelidiki masalah terkait efisiensi bahan bakar dan emisi kendaraan, dan berencana menyelesaikan penyelidikan tersebut pada akhir Juni. Ditambahkannya tidak ada masalah performa yang melanggar peraturan dan pelanggan tidak perlu berhenti menggunakan mobilnya.
Sementara itu, Mazda juga menangguhkan pengiriman mobil sport Roadster RF dan hatchback Mazda2 mulai Kamis pekan lalu setelah menemukan para pekerja telah memodifikasi hasil pengujian perangkat lunak kontrol mesin, katanya dalam sebuah pernyataan.
Mereka juga menemukan uji tabrak pada model Atenza dan Axela, yang sudah tidak diproduksi lagi, telah dirusak dengan menggunakan pengatur waktu untuk menyalakan kantung udara selama beberapa uji tabrakan depan, alih-alih mengandalkan sensor on-board untuk mendeteksi tabrakan.