
Microsoft telah resmi akuisisi Activision, Blizzard, dan King pada Jumat (13/10). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Channel Xbox)
JawaPos.com - Microsoft telah menyelesaikan kesepakatan fantastis senilai USD 68,7 miliar atau setara dengan Rp 1 kuadriliun untuk mengakuisisi Activision Blizzard, publisher dari Call of Duty, World of Warcraft, dan Diablo.
Akuisisi ini memerlukan perjuangan selama 20 bulan dengan regulator di Inggris dan Amerika Serikat, namun Microsoft telah menyelesaikan kesepakatan Activision Blizzard setelah mengalahkan Komisi Perdagangan Federal di pengadilan federal Amerika Serikat dan merestrukturisasi kesepakatan tersebut untuk menenangkan Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) di Inggris.
"Kami suka bermain game. Kami bermain, membuat, dan mengetahui secara langsung betapa berartinya game bagi kita semua sebagai individu atau kelompok, sebagai sebuah komunitas. Dan hari ini, kami secara resmi menyambut Activision Blizzard dan tim mereka ke Xbox," kata kepala Xbox, Phil Spencer.
"Sebagai satu tim, kami akan belajar, berinovasi, dan terus memenuhi janji kami menghadirkan kegembiraan dan komunitas game kepada lebih banyak orang. Kami akan melakukan ini dalam budaya yang berupaya memberdayakan semua orang untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka, di mana semua orang diterima, dan berpusat pada komitmen berkelanjutan kami terhadap Gaming for Everyone," pungkasnya.
Kesepakatan tersebut merupakan akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Microsoft, jauh melebihi USD 26 miliar yang setara dengan Rp 408 triliun yang dibayarkan Microsoft untuk mengakuisisi LinkedIn pada 2016.
Diketahui Microsoft juga mengakuisisi Bethesda pada 2021 dengan nilai USD 7,5 miliar atau setara dengan Rp 117 triliun.
Microsoft juga mengeklaim bahwa akuisisi ini menjadikan mereka sebagai 'perusahaan game terbesar ketiga berdasarkan pendapatan', di belakang Tencent dan Sony.
Microsoft kini berencana menambahkan game-game milik Activision Blizzard ke Xbox Game Pass.
"Hari ini kami mulai berupaya menghadirkan franchise Activision, Blizzard, dan King tercinta ke Game Pass dan platform lainnya," kata Spencer.
"Kami akan berbagi lebih banyak tentang kapan Anda bisa bermain dalam beberapa bulan mendatang. Kami tahu Anda bersemangat, dan kami pun demikian."
Dalam proses transisi kepemilikan ini, CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick mengatakan dirinya tetap akan membantu proses transisi hingga akhir 2023.
"Saya sudah lama mengatakan bahwa saya berkomitmen penuh untuk membantu transisi," kata Kotick dalam email yang ia kirimkan kepada karyawan Activision Blizzard pada Jumat (13/10) dilansir dari The Verge.
"Phil meminta saya untuk tetap menjabat sebagai CEO ABK, melapor kepadanya, dan kami telah sepakat bahwa saya akan melakukannya hingga akhir tahun 2023. Kami berdua berharap dapat bekerja sama dalam hal ini demi kepentingan tim dan player kami," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
