JawaPos.com - Hyundai saat ini sudah cukup populer dengan mobil listriknya. Jadi pionir kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Tanah Air, Hyundai memimpin pasar mobil listrik di Indonesia dengan memiliki line-up yang lengkap.
Peluncuran produk barunya juga cukup konsisten. Suka tidak suka, eksistensi Hyundai di pasar EV dalam negeri membuat merek lain ketar-ketir, Jepang khususnya, yang belakangan jadi ikut merilis mobil listrik setelah merek Tiongkok seperti Wuling mulai merangsek ke pasar EV terjangkau.
Sukses di mobil listrik, Hyundai diminta melangkah keluar dari zona nyamannya dengan membuat bus listrik. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan pidato kunci di acara seremoni pembangunan pabrik baterai mobil listrik baru Hyundai di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat.
Pria yang karib disapa RK itu meminta Hyundai tidak hanya memproduksi mobil listrik, tetapi juga bus listrik. "Saya menyarankan kepada Hyundai juga memproduksi bus listrik, karena sebagai gubernur saya butuh tidak hanya mobil listrik pribadi, tapi juga transportasi publik listrik," ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, pabrikan raksasa otomotif asal Korea Selatan ini bisa menghadirkan bus listrik di Indonesia. Nantinya, bus listrik tersebut akan dijadikan sebagai transportasi publik di wilayah Jawa Barat menggantikan bus-bus bermesin pembakaran konvensional yang beroperasi saat ini.
"Saya harap mungkin dalam dua sampai tiga tahun, setelah Ioniq 5, anda bisa memproduksi bus besar sehingga saya bisa membelinya dan membuat kebijakan di 27 kota untuk mengganti bus berbahan bakar fosil ke bus listrik," lanjut RK.
Seperti sudah diberitakan sebelumnya,
Hyundai telah memulai pembangunan pabrik di Cikarang dengan investasi sebesar USD 60 juta atau sekitar Rp 900 miliar (kurs Rp 15.000). Produksi massal ditargetkan sudah bisa dimulai pada paruh pertama tahun 2024.
"Hyundai Energy Indonesia didirikan pada Desember tahun lalu dan akan memulai produksi pada Juli 2024. HEI membangun pabrik ini selama 13 bulan hingga Maret tahun depan," ujar President Director Hyundai Energy Indonesia Chang Oug Hong dalam kesempatan tersebut.
Berlokasi di lahan seluas 32.188 meter persegi, pabrik ini akan memproduksi battery system untuk dipasok ke model-model mobil listrik yang dibuat di Indonesia. Komponen tersebut nantinya akan dioptimalkan dengan dua jenis sel baterai, yaitu kapasitas standar dan kapasitas besar untuk jarak tempuh yang diklaim akan lebih jauh.
Sebagai informasi juga, kehadiran bus listrik sendiri merupakan sebuah keniscayaan. Saat ini, di Jakarta khususnya, sudah banyak bus listrik berseliweran sebagai moda transportasi publik.
Bus yang ada kebanyakan merupakan bikinan pabrikan Tiongkok. Juga, hadirnya bus listrik merupakan pilot project untuk melihat sejauh mana bus listrik bisa digunakan sebagai transportasi publik.