Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Mei 2023 | 15.47 WIB

Penjualan Global iPhone Menyentuh Rekor Tertinggi, Tim Cook Puji Pasar Tiongkok

ilustrasi: Penjualan global iPhone dikabarkan menyentuh rekor tertinggi. (AppleInsider). - Image

ilustrasi: Penjualan global iPhone dikabarkan menyentuh rekor tertinggi. (AppleInsider).

JawaPos.com - Apple baru-baru ini merilis hasil untuk kuartal kedua tahun fiskal 2023. Perusahaan mencatat penurunan tiga persen relatif terhadap USD 25,010 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
 
Laporan keuangan menunjukkan bahwa pendapatan Apple di wilayah Tiongkok pada kuartal fiskal kedua mencapai USD 17,812 miliar. 
 
Angka ini adalah penurunan tiga persen dibandingkan dengan USD 18,343 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, dibandingkan dengan beberapa pasar lain, kinerjanya sangat baik, dan Cook berterima kasih.
 
 
“Terima kasih kepada konsumen Tiongkok atas dukungan mereka terhadap Apple,” katanya. Jika hanya melihat hasil secara keseluruhan, performanya memang tidak mengesankan, namun performa iPhone masih terbilang lumayan.
 
Dalam penurunan siklus ponsel global, pendapatan iPhone mencapai USD 51,334 miliar. Ini merupakan peningkatan sebesar 1,51 persen dibandingkan dengan USD 50,570 miliar pada periode yang sama tahun lalu, melebihi ekspektasi analis sebelumnya. Hasil ini juga merupakan rekor tertinggi (satu kuarter).
 
 
Menurut data yang diberikan oleh firma analisis StreetAccount, analis memperkirakan pendapatan iPhone Apple pada kuartal kedua rata-rata mencapai USD 48,84 miliar. Tentu saja dibandingkan dengan iPhone, performa iPad dan Mac jauh lebih lemah. Misalnya, pendapatan dari iPad adalah USD 6,670 miliar, penurunan tahun-ke-tahun sebesar 12,76 persen.
 
IPhone sendiri telah mengubah industri ponsel sejak diluncurkan pada tahun 2007. Dengan cepat menjadi ikon budaya, dan popularitas serta penjualannya telah berkembang selama dekade terakhir.
 
 
Selama sepuluh tahun terakhir, penjualan iPhone telah berkembang pesat. Pada tahun 2011, Apple menjual 72 juta iPhone secara global, dengan pendapatan USD 47 miliar. Pada 2015, perusahaan telah menjual 231 juta iPhone, dengan pendapatan USD 155 miliar. 
 
Penjualan iPhone memuncak pada 2018 dengan 217 juta unit terjual, menghasilkan pendapatan USD 166,7 miliar. Pada tahun 2020, Apple menjual 195 juta iPhone dan memperoleh pendapatan USD 137,8 miliar. Pada tahun 2021, pendapatan perusahaan telah tumbuh menjadi USD 365,7 miliar.
 
 
Meskipun iPhone populer secara global, penjualannya tidak merata di semua wilayah. Pada tahun 2011, mayoritas penjualan iPhone berada di Amerika Utara dan Eropa. Setiap wilayah menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan. 
 
Pada tahun 2020, kawasan Asia-Pasifik telah menjadi pasar terbesar untuk iPhone, terhitung sekitar 42 persen dari total penjualan. Eropa mengikuti dengan ketat di 25 persen dan Amerika Utara di 22 persen. Pertumbuhan di pasar Asia-Pasifik dapat dikaitkan dengan meningkatnya kelas menengah, meningkatnya permintaan akan perangkat premium.
 
 
iPhone sendiri telah mengalami beberapa desain dan peningkatan besar baru selama dekade terakhir. Ini telah menghasilkan rilis beberapa model. Rilis yang paling layak adalah iPhone 5 pada 2012, iPhone 6 pada 2014, iPhone X pada 2017, dan iPhone 11 pada 2019. 
 
Model-model baru ini biasanya menghasilkan lonjakan penjualan. Pengguna sangat ingin meningkatkan ke teknologi terbaru dan terhebat. Pada tahun 2020, iPhone 11 adalah model iPhone terlaris, menyumbang 37 persen dari total penjualan iPhone. iPhone SE mengikuti di 25 persen dan iPhone XR di 21 persen.
 
 
Kesuksesan iPhone 11 dapat dikaitkan dengan titik harga yang kompetitif, kamera berkualitas tinggi, dan masa pakai baterai yang lama. Adapun iPhone 12, itu tidak berjalan dengan baik tetapi iPhone 13 adalah kebangkitan besar. Meski dengan hadirnya seri iPhone 14, seri iPhone 13 tetap laris manis.
 
Apple menjual iPhone melalui beberapa saluran berbeda, termasuk toko ritel Apple, penjualan online, dan pengecer pihak ketiga. Dalam beberapa tahun terakhir, Apple juga telah memperluas saluran distribusinya untuk menyertakan penawaran operator dan tautan strategis lainnya. 
 
 
Pada tahun 2020, sebagian besar penjualan iPhone dilakukan melalui dealer pihak ketiga, terhitung sekitar 45 persen dari total penjualan. Penjualan online mengikuti di 35 persen dan toko ritel Apple di 20 persen. Keberhasilan dealer pihak ketiga dapat dikaitkan dengan jangkauan luas dan kemampuan mereka untuk menawarkan potongan harga dan kupon.
 
Beberapa faktor mempengaruhi penjualan iPhone, antara lain persaingan dari produsen smartphone lain, perubahan perilaku dan preferensi konsumen, serta kondisi ekonomi global. Pesaing iPhone termasuk Samsung, Huawei, dan Xiaomi, antara lain, yang menawarkan smartphone dengan harga berbeda dan dengan fitur berbeda.
 
 
Perubahan perilaku dan preferensi konsumen, seperti meningkatnya permintaan akan layar yang lebih besar dan masa pakai baterai yang lebih lama, juga dapat memengaruhi penjualan iPhone. Kondisi ekonomi, seperti resesi atau pandemi global, juga dapat mempengaruhi belanja konsumen dan permintaan smartphone.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore