Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Mei 2023 | 22.49 WIB

Banyak Kasus Hacker Retas Perbankan, Simak Kiat Ini Supaya Lebih Aman

 

Ilustrasi: Hacker mengintai data publik. (Palmetto Technology Group).

 
JawaPos.com - Belakangan trust issues terhadap layanan perbankan banyak bermunculan. Selain uang, bank memegang banyak data penting nasabah dan pengguna lainnya. Terlebih sekarang banyak bank juga menawarkan solusi dan platform digital lainnya.
 
Melihat pesatnya kemajuan layanan perbankan saat ini, tak heran kalau bidang ini menjadi bidikan tajam para pelaku kejahatan. Termasuk yang sekarang banyak mengincar perbankan adalah pelaku kejahatan siber atau hacker.
 
Perbankan yang sekarang menawarkan layanan online sendiri bisa aman ketika teknologi bank yang sudah secure di bagian belakang bertemu dengan konsumen yang juga waspada di bagian depan. Sebagai pemegang akun, Anda memiliki peran untuk memastikan akun Anda terlindungi.
 
Di bagian belakang, bank dan serikat kredit menggunakan kebijakan untuk menjaga keamanan akun nasabah mereka yang sekarang banyak aktif di layanan online. Tindakan standar meliputi penggunaan perlindungan anti-virus dan firewall pada komputer bank, pemantauan penipuan, dan enkripsi situs web, yang mengacak data sehingga hanya penerima yang dituju yang dapat membacanya. 
 
Untuk bisa tetap aman menggunakan layanan perbankan di tengah massifnya perkembangan digital saat ini, berikut beberapa hal yang bisa diikuti:
 
Pilih Bank Terpercaya
 
Pertama, yang bisa dilakukan oleh nasabah atau calon nasabah adalah memilih institusi perbankan terpercaya. Terpercaya di sini meliputi banyak faktor seperti menggunakan keamanan standar industri. 
 
Hal ini menjamin pengguna atau nasabah terlindung dan didukung oleh teknologi canggih, seperti langkah-langkah yang disebutkan di atas: firewall, pemantauan penipuan, dan enkripsi situs web. Fitur keamanan mungkin diuraikan di situs web bank atau cetakan kecil. 
 
Baca dan pelajari dengan teliti. Jika Anda kesulitan menemukan informasi tersebut, hubungi langsung bank tersebut.
 
Gunakan Autentikasi Multifaktor
 
Selanjutnya, yang juga sering kami ingatkan, saat aktif di platform digital, apapun, termasuk perbankan. Kita wajib menggunakan autentikasi multifaktor. 
 
Saat masuk atau mendaftar layanan perbankan, alih-alih hanya meminta nama pengguna dan kata sandi, lembaga keuangan akan meminta Anda untuk memberikan informasi, atau faktor lain, untuk memverifikasi diri Anda sendiri. 
 
Itu bisa berupa kode sandi unik yang dikirim ke ponsel cerdas Anda sebagai pesan teks, atau bahkan sidik jari Anda sendiri. Intinya adalah, ini adalah lapisan lain yang tidak semudah mencuri kata sandi.
 
Untungnya, sekarang, banyak bank yang menawarkan fasilitas digital yang lebih besar dan lembaga tradisional dengan akun online mematuhi standar ini, sehingga mudah untuk menemukan bank yang aman. Tinggal kitanya sendiri, mau menggunakan pengaman multifaktor atau tidak.
 
Jangan Mengakses Layanan Perbankan Digital dengan WiFi Publik
 
Supaya tetap aman menggunakan layanan perbankan dan terhindar dari risiko dan ancaman siber, jangan menggunakan akses internet publik untuk menggunakan layanan perbankan.
Dengan jaringan publik, Anda tidak dapat sepenuhnya yakin siapa yang melihat apa yang Anda kirim secara online, kecuali setiap halaman yang Anda kunjungi dienkripsi. 
 
Keamanan jaringan rumah pribadi Anda sangat ideal. Jika Anda harus masuk saat jauh dari rumah, pertimbangkan untuk menggunakan paket data seluler Anda alih-alih WiFi, atau jaringan pribadi virtual, yang dikenal sebagai VPN. 
 
Bagaimana pun Anda memilih untuk masuk, periksa enkripsi halaman web dengan memastikan alamat di browser dimulai dengan "https" — "s" menandakan bahwa halaman tersebut aman.
 
 
Gunakan Password yang Kuat 
 
Sangat penting untuk menggunakan password dengan kombinasi yang sulit ditebak, seperti campuran huruf besar dan kecil, angka, dan simbol. Situs web pemerintah umumnya memerlukan minimal 12 hingga 16 karakter untuk kata sandi, misalnya.
 
Tetapi semakin panjang dan rumit kata sandi Anda, semakin sulit untuk diretas dan semakin besar kemungkinannya untuk memberikan perlindungan terhadap peretas. Pertimbangkan untuk menggunakan pengelola kata sandi, yang dapat menjadi alat yang berguna untuk membuat dan menyimpan kata sandi unik dan rumit yang sulit diretas.
 
Rajin Memperbarui Password
 
Terakhir, supaya kita senantiasa aman, jangan menggunakan kembali kata sandi atau password yang sama untuk beberapa akun. Jangan. Pokoknya jangan.
 
Kemudian, penting juga bagi kita untuk senantiasa memperbarui password kita secara berkala. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengecoh kemungkinan peretas mendapatkan kata sandi kita. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore