Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 21.13 WIB

Google Cloud Luncurkan Inisiatif 'Indonesia BerdAIa' untuk Keamanan Siber

Peluncuran Indonesia BerdAIa oleh Google Cloud. (Rian/JawaPos.com) - Image

Peluncuran Indonesia BerdAIa oleh Google Cloud. (Rian/JawaPos.com)

JawaPos.com - Google Cloud resmi meluncurkan inisiatif bertajuk 'Indonesia BerdAIa untuk Keamanan Siber', sebuah program yang bertujuan meningkatkan ketahanan digital Indonesia melalui teknologi keamanan siber berbasis AI. 

Program ini menjadi bagian dari kolaborasi dengan inisiatif Bisa (Bisnis Amerika Serikat untuk Indonesia) yang digagas US-ASEAN Business Council dan Kedutaan Besar AS, dalam mendukung transformasi digital dan adopsi AI di sektor strategis Indonesia.

Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah peluncuran Data Region Operasi Keamanan Google Cloud di Jakarta. Dengan keberadaan pusat data lokal ini, organisasi, termasuk instansi pemerintah dan industri teregulasi, bisa menggunakan platform keamanan AI Google sambil memenuhi regulasi lokal soal residensi data.

Menurut riset internal, penggunaan platform keamanan berbasis AI dapat memangkas potensi kerugian akibat serangan siber hingga Rp 29 triliun dalam lima tahun ke depan. 

Hal ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang tengah menghadapi tantangan serius seperti ledakan jumlah ancaman siber, kekurangan talenta, dan banyaknya pekerjaan manual dalam investigasi ancaman.

“Program ini membantu organisasi di Indonesia bertransformasi dari pendekatan keamanan yang reaktif menjadi proaktif,” ujar Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia di Jakarta, Kamis (17/7).

Ia menekankan pentingnya teknologi AI, dukungan ahli dari Mandiant, serta pelatihan yang terstruktur dalam memperkuat sistem keamanan siber organisasi.

Program “Indonesia BerdAIa” mencakup serangkaian solusi dan fasilitas antara lain
Penilaian dan peningkatan postur keamanan organisasi di empat aspek inti: tata kelola, arsitektur, pertahanan, dan manajemen risiko.

Selain itu, ada juga roadmap transformasi operasi keamanan atau SOC (Security Operations Center) dan penerapan platform Google Security Operations berbasis AI untuk deteksi dan respons ancaman lebih cepat.

Sistem managed threat defense yang didukung layanan 24/7 dari para pakar Mandiant juga ada dalam program tersebut dilengkapi dengan pelatihan keamanan siber skala luas lewat platform Google Cloud Skills Boost dan Mandiant Academy.

Dalam mendukung pelatihan dan literasi keamanan, Google Cloud menggandeng mitra MSSP lokal seperti Accenture, AGIT, Deloitte, Elitery, dan SQShield. Mereka juga menawarkan akses bersubsidi untuk pelatihan bersertifikat, simulasi serangan siber, dan pembekalan kemampuan praktis bagi tim keamanan internal.

Organisasi besar seperti Astra International, Bukalapak, Dipo Star Finance, dan Kereta Api Indonesia tercatat sebagai peserta awal program ini.

Sebagai informasi, Google Security Operations memungkinkan tim keamanan menganalisis ratusan peringatan (alert) per hari secara efisien dengan bantuan alert triage agent yang dapat menyaring dan memberi konteks otomatis terhadap aktivitas mencurigakan.

Melalui dukungan model Gemini for Security, para analis dapat menggunakan bahasa natural untuk melakukan investigasi, membuat kueri kompleks, hingga merancang playbook SOAR otomatis tanpa perlu pengetahuan teknis mendalam.

Keberadaan agen AI seperti alert triage, investigator, dan playbook assistant membantu tim keamanan, terutama yang kekurangan tenaga ahli, melakukan lebih banyak dengan sumber daya terbatas. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore