
Peluncuran Sahabat AI di Jakarta, Senin (2/6). (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com-GoTo dan Indosat resmi meluncurkan Sahabat AI, sebuah inovasi besar dalam dunia kecerdasan buatan (AI) Indonesia. Sahabat AI adalah model bahasa besar (Large Language Model/LLM) open source berkapasitas 70 miliar parameter, yang kini hadir dengan kemampuan chat multi bahasa.
Platform AI lokal yang diklaim pertama itu siap membantu pengguna dengan respons yang cepat, akurat, dan alami. Dengan peningkatan kapasitas ke 70 miliar parameter, Sahabat AI mampu memahami konteks percakapan dengan lebih baik dan memberikan jawaban yang lebih tepat.
Layanan chat Sahabat AI bisa diakses dengan mudah melalui situs sahabat-ai.com atau aplikasi GoPay di menu Layanan Favorit Warga. Pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan dalam Bahasa Indonesia dan empat bahasa daerah, Jawa, Sunda, Bali, Batak, serta sejumlah bahasa internasional.
Ini memungkinkan Sahabat-AI menjadi asisten virtual yang benar-benar memahami budaya dan bahasa masyarakat Indonesia. Lalu, apa saja keunggulan dari Sahabat AI? Berikut rangkumannya.
- Multi Bahasa Lokal dan Global: Memahami dan merespons dalam berbagai bahasa lokal serta internasional.
- Kemampuan Penalaran Canggih: Memproses informasi dan memberikan jawaban yang logis dan kontekstual.
- Open Source dan Akses Terbuka: Dapat digunakan gratis oleh pengembang, startup, kampus, dan instansi pemerintah.
- Terintegrasi dengan Layanan Harian: Tersedia langsung dalam aplikasi GoPay, memudahkan jutaan pengguna.
- Berbasis Infrastruktur Lokal: Seluruh data dan pengolahan AI dilakukan di Indonesia, menjaga keamanan dan kedaulatan data.
Bersamaan dengah peluncuran Sahabat AI, Indosat juga menghadirkan GPU Merdeka, infrastruktur cloud AI yang dibangun di dalam negeri. Ini menjadi tulang punggung pelatihan dan pengembangan Sahabat AI secara lokal dan aman.
Kolaborasi tersebut diyakini membuka peluang bagi berbagai pihak, mulai dari startup hingga universitas, untuk mengembangkan aplikasi AI tanpa harus bergantung pada teknologi luar negeri. Selain itu, Sahabat AI dikembangkan bersama berbagai institusi riset dan universitas terkemuka di Indonesia. Hal ini memastikan model AI benar-benar relevan dengan konteks sosial dan budaya Indonesia.
Pengembangan Sahabat AI selaras dengan misi nasional untuk mencapai kedaulatan digital. Seluruh data diproses di dalam negeri, sesuai regulasi, dan mendorong hadirnya layanan AI yang aman, transparan, dan bermanfaat.
Tak hanya teknologi, Sahabat AI juga menjadi sarana pembinaan talenta AI nasional. Mahasiswa dari berbagai kampus terlibat langsung dalam pelatihan dan pengembangan model, menjadikan pengalaman belajar mereka jauh lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan industri.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
