
Ilustrasi: Meletakkan smartphone di phone holder sepeda motor. (Quad Lock)
JawaPos.com - Untuk keperluan navigasi dan mapping perjalanan, banyak para pengendara sepeda motor menggunakan phone holder di sepeda motor mereka. Phone holder seperti namanya, berfungsi untuk menggenggam smartphone tersebut supaya kedua tangan pengendara tetap berada di posisinya dan tidak terganggu saat menavigasi ponsel.
Namun tak banyak yang tahu, meletakkan smartphone di phone holder saat berkendara ternyata bisa merusak kamera, lho. Jika dilakukan terlalu sering, kamera smartphone bisa rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Mengapa demikian? Mengutip berbagai sumber, penjelasannya sederhana. Setang motor merupakan area yang terdapat banyak getaran.
Di laman Apple dijelaskan, kamera smartphone bisa rusak jika terlalu sering diletakkan di phone holder karena getaran. Getaran sendiri ditimbulkan saat berkendara apalagi saat melewati jalan rusak.
Getaran dari motor akan tersalurkan ke smartphone dan membuat komponen di dalamnya rusak. Masalah ini mengacu pada hp dengan teknologi Optical Image Stabilization (OIS).
OIS merupakan fitur tambahan pada kamera yang bisa membantu memotret dengan adanya gyroscope di bagian kamera. Alat itu berfungsi untuk meminimalisir efek guncangan supaya hasil foto yang didapat lebih bagus dan jelas.
Di sisi lain mesin motor, terutama dengan cc tinggi, menghasilkan getaran cukup besar yang tersalurkan ke sasis, lalu ke stang dan pada akhirnya ke hp itu sendiri. Getaran tersebut berada pada frekuensi tertentu yang tidak ideal pada teknologi OIS.
OIS atau Optical Image Stabilization pada smartphone bekerja dengan menggerakkan lensa kamera secara mekanis untuk mengimbangi gerakan tangan atau guncangan yang terjadi saat mengambil foto atau video.
Sistem ini menggunakan magnet, sensor, dan rotor untuk mendeteksi dan mengoreksi gerakan, menjaga gambar tetap tajam dan stabil. OIS sangat efektif dalam menstabilkan gerakan kecil dan halus, seperti getaran tangan saat mengambil foto atau video.
Nah, mesin sepeda motor berdaya tinggi atau bervolume tinggi menghasilkan getaran atau amplitudo tinggi yang intens, yang ditransmisikan melalui sasis dan setang. Sebaiknya Anda tidak meletakkan smartphone dengan kamera yang memiliki OIS pada sepeda motor karena amplitudo getaran dalam rentang frekuensi tertentu yang dihasilkannya.
Namun, jika Anda perlu melakukan hal tersebut, sebaiknya gunakan dudukan peredam getaran atau phone holder yang memiliki fitur anti-getar untuk mengurangi risiko kerusakan pada kamera smartphone Anda beserta sistem OIS-nya.
Sebaiknya Anda juga tidak terlalu sering menggunakan dudukan tersebut dalam waktu yang lama untuk lebih mengurangi risiko kerusakan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
