JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bekerjasama dengan Amazon Kuiper, proyek satelit orbit rendah (LEO) milik Amazon, untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia. Kolaborasi ini diharap bisa memperluas konektivitas digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sekaligus mendukung transformasi digital.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengatakan, teknologi satelit memainkan peran penting untuk mengatasi kesenjangan digital, terutama pada daerah terpencil.
“Kami menyambut baik komitmen Amazon Kuiper dalam mendukung perluasan konektivitas digital di Indonesia. Kami terbuka terhadap investasi serta teknologi baru apa pun yang dapat membantu kami untuk mencapai konektivitas di Indonesia,” kata Meutya dalam pertemuan dengan Amazon Kuiper di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (19/3).
Meutya berharap, kehadiran teknologi ini juga bisa mendukung pengembangan ekosistem digital nasional, termasuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan layanan e-government, e-health, dan e-education.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara, terlepas dari lokasi mereka, memiliki akses yang sama terhadap teknologi digital. Dengan dukungan investasi dan inovasi dari sektor swasta, kita dapat mempercepat transformasi digital dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas dia.
Saat ini, Amazon Kuiper sedang mengajukan izin operasional di Indonesia, termasuk lisensi telekomunikasi dan hak peminjaman satelit. Hal ini sesuai dengan regulasi terbaru yang mungkinkan perusahaan asing beroperasi dengan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kami memahami bahwa konektivitas masih menjadi tantangan di banyak daerah terpencil. Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lokal untuk menyediakan akses internet yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” tutur Gonzalo de Dios, Global Head of Licensing and International Regulatory Affairs Amazon Project Kuiper.
Sementara itu, Kemkomdigi terus memfasilitasi proses perizinan dan diskusi yang diperlukan untuk memastikan kelancaran proyek ini.
Sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan bisa membuat masyarakat di wilayah 3T segera menikmati akses internet yang lebih baik sekaligus membuka peluang ekonomi digital.