Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2023 | 16.59 WIB

Perang Dagang dengan AS Bikin Tiongkok Swasembada Semikonduktor

Foto: Ilustrasi: Tiongkok justru lakukan swasembada teknologi ditengah perang dagang dengan AS. (National Review). - Image

Foto: Ilustrasi: Tiongkok justru lakukan swasembada teknologi ditengah perang dagang dengan AS. (National Review).

JawaPos.com - Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) berlanjut dengan kecepatan penuh. Sektor teknologi, seperti biasa, adalah yang paling terpengaruh oleh ketegangan antara kedua negara.

Pemerintah AS melarang penjualan produk teknologi bernilai tambah tinggi ke beberapa perusahaan Tiongkok karena masalah keamanan, sementara negara Asia membalas dengan kesulitan memasok bahan baku penting. Namun, kedua negara tidak semata-mata berfokus pada taktik agresif.

Misalnya, perusahaan AS sedang mencari bahan baku alternatif untuk baterai dan teknologi lainnya, sementara perusahaan Tiongkok berusaha mengembangkan teknologi yang tidak dijual kepada mereka.

Perang dagang ini juga pada akhirnya membuat Tiongkok berpikir kreatif. Sebab, baru-baru ini, produsen chip memori terkemuka Tiongkok yakni Yangtze Memory Technologies Corp (YMTC) telah membuat kemajuan dalam memproduksi produk NAND 3D canggih menggunakan peralatan yang bersumber secara lokal.

Menurut laporan terbaru, dilansir via South China Morning Post, pembuat chip memori terkemuka Tiongkok itu dilaporkan telah mampu memproduksi chip flash NAND 3D canggih hanya menggunakan peralatan yang bersumber dari dalam negeri.

Proyek rahasia, bernama Wudangshan, telah melakukan pemesanan signifikan dengan pemasok Tiongkok seperti Naura Technology Group. Tujuan YMTC adalah untuk membantu Tiongkok menjadi mandiri dalam produksi semikonduktor, yang telah terhalang oleh pembatasan ekspor alat pembuat chip canggih oleh AS, mengutip kekhawatiran tentang teknologi yang jatuh ke tangan militer Tiongkok.

Namun, “choke point” dalam rantai pasokan manufaktur chip Tiongkok, di mana alternatif domestik belum tersedia, tetap menjadi tantangan bagi YMTC. Ini termasuk alat metrologi dari pembuat peralatan AS KLA dan sistem litografi dari ASML perusahaan Belanda dan vendor Jepang Nikon dan Canon.

Terlepas dari tantangan tersebut, YMTC telah menerima dana segar dari investor yang didukung negara, termasuk “Dana Besar”, yang merupakan berita positif bagi perusahaan setelah dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan AS tahun lalu.

Jika berhasil, proyek Wudangshan akan menjadi terobosan bagi industri semikonduktor Tiongkok karena dapat membantu negara tersebut bersaing dengan produsen chip canggih lainnya seperti Samsung. Namun, masih harus dilihat bagaimana YMTC akan mengatasi titik tersendat dalam rantai pasokan manufaktur chipnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore