Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Februari 2025 | 21.28 WIB

Setelah Merger dengan Honda Gagal, Foxconn dari Taiwan Dipandang Sebagai Salah Satu Kandidat Mitra Baru Nissan

Foxconn. (reuters.com). - Image

Foxconn. (reuters.com).

JawaPos.com - Nissan terbuka untuk bekerja dengan mitra baru setelah pembicaraan merger dengan Honda gagal. Salah satu perusahaan yang dipandang sebagai kandidat adalah Foxconn dari Taiwan.
 
Seperti dilansir dari Reuters, Foxconn yang berupaya memperluas bisnis manufaktur kendaraan listrik, sempat mendekati Nissan untuk mengajukan tawaran pada Desember. Namun, tawaran ini ditolak oleh produsen mobil tersebut.
 
Saat ini, bisnis kendaraan listrik Foxconn dipimpin oleh mantan eksekutif senior Nissan, Jun Seki, yang pernah dianggap sebagai pesaing untuk menjadi CEO Nissan yang saat ini diberikan kepada Makoto Uchida.
 
Meski begitu, Foxconn belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Sementara itu, juru bicara Nissan dan Honda menolak berkomentar mengenai status pembicaraan mereka dan mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa mereka bermaksud untuk merampungkan arahan masa depan pada pertengahan Februari. 
 
Adapun Nissan kembali berada di persimpangan jalan setelah menarik diri dari negosiasi dengan pesaing yang lebih besar, Honda, untuk menciptakan produsen mobil nomor 3 di dunia. Padahal kesepakatan ini akan menjadi perubahan besar terbaru dalam industri mobil global yang sedang bergeser.
 
Awalnya, Desember kemarin, Honda dan Nissan menandatangani nota kesepahaman untuk membahas integrasi di bawah perusahaan induk.
 
 
Namun, pembicaraan tersebut menjadi rumit karena perbedaan pendapat yang semakin besar dan menemui jalan buntu setelah Honda mengatakan ingin mengubah Nissan menjadi anak perusahaan. Bahkan, konsensus yang dicapai oleh pihak Nissan menyatakan bahwa pembicaraan pada proposal tidak dapat dilanjutkan. 
 
Sebagai tindak lanjut, Nissan akan meresmikan keputusan untuk menarik diri dari MoU pada rapat dewan yang akan diadakan sebelum pengumuman pendapatan kuartal ketiga perusahaan minggu depan.
 
Sementara itu, sikap Honda saat ini tidak akan menerima integrasi, kecuali Nissan setuju untuk menjadi anak perusahaan. Adapun Honda adalah produsen mobil terbesar kedua di Jepang setelah Toyota dan Nissan adalah yang terbesar ketiga.
 
Pembatalan diskusi menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Nissan, yang sedang berada di tengah rencana pemulihan, dapat mengatasi krisis terbarunya tanpa bantuan eksternal. Nissan telah mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 pekerja dan 20 persen dari kapasitas global.
 
Namun, saat ini Nissan terbuka untuk bekerja dengan mitra baru, termasuk perusahaan teknologi, karena ingin menavigasi pergolakan teknologi yang dibawa oleh kendaraan listrik, mobil yang digerakkan oleh perangkat lunak, dan produsen Tiongkok baru yang bergerak cepat.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore