Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2025 | 18.41 WIB

Nasib TikTok di Amerika Belum Jelas, Kini Muncul Rumor Microsoft Mulai Manuver Lakukan Akuisisi

Ilustrasi: TikTok di AS kembali memanas. (OmanFM). - Image

Ilustrasi: TikTok di AS kembali memanas. (OmanFM).

JawaPos.com - Nasib media sosial TikTok di Amerika Serikat semakin tak menentukan saja. Kini raksasa teknologi, Microsoft, dirumorkan dalam pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok di Amerika Serikat. 
 
Seperti dilansir dari Reuters, hal ini disampaikan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump saat ditemui wartawan pada Senin (27/1/2025). Bahkan, dirinya ingin melihat perang penawaran harga atas aplikasi tersebut. 
 
Sayangnya, baik pihak Microsoft maupun TikTok belum menanggapi perihal kabar ini.
 
Pada kasus ini, TikTok awalnya dinonaktifkan sementara sesaat sebelum undang-undang menyatakan bahwa aplikasi tersebut harus dijual oleh ByteDance atas dasar keamanan nasional. Penonaktifan ini mulai berlaku pada 19 Januari. 
 
Setelah menjabat sehari kemudian, Presiden AS Donald Trump langsung menandatangani perintah eksekutif yang berupaya menunda selama 75 hari penegakan hukum yang diberlakukan. Trump juga ingin AS memiliki posisi kepemilikan 50 persen dalam usaha patungan di TikTok. 
 
Sampai saat ini, tantangan kongres masih ada lantaran terdapat upaya penentangan pelarangan TikTok karena dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan berbicara.
 
 
TikTok sendiri menanggapi kekhawatiran ini dengan mengatakan bahwa pejabat AS telah salah menyatakan hubungannya dengan pemerintah Tiongkok. Sebab rekomendasi konten dan data pengguna TikTok disimpan pada server cloud yang dioperasikan Oracle. 
 
Belum lama ini, Trump mengatakan ia sedang berunding dengan banyak orang mengenai pembelian TikTok dan kemungkinan akan mengambil keputusan mengenai masa depan aplikasi populer tersebut dalam 30 hari ke depan. 
 
Bahkan, Perplexity AI juga ikut pada pergulatan TikTok di AS. Perusahaan rintisan mesin pencari Amerika Serikat tersebut telah merevisi proposal penggabungan yang telah diajukannya kepada ByteDance. 
 
Tujuannya untuk menciptakan perusahaan induk baru bernama “NewCo” yang merupakan gabungan dari Perplexity dan TikTok AS. Proposal ini juga meminta pemerintah AS untuk memiliki perusahaan baru tersebut hingga 50 persen.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore