JawaPos.com - Cara mengendarai kendaraan tentu berbeda-beda tergantung dari jenis kendaraan tersebut. Misalnya saja untuk kendaraan roda empat kita mengenal dua jenis transmisi mobil yakni transmisi manual dan matic alias otomatis.
Selain itu penting pula diperhatikan kondisi jalanan yang dilalui apakah itu menanjak, macet atau lancar. Sayangnya, banyak orang menganggap remeh ketika mengendarai mobil matic sehingga mereka tidak memperhatikan cara menyetir saat macet.
Mengendarai mobil matic memang lebih mudah ketimbang berkendara menggunakan mobil manual. Hal ini dikarenakan mobil matic tidak membutuhkan pengaturan pada gigi mobil setiap kali Sahabat berpindah posisi atau mengurangi kecepatan.
Meski lebih mudah namun bukan berarti mengendarai mobil matic saat kondisi jalanan macet bisa sembarangan. Ada beberapa hal berupa komponen mobil matic yang harus diperhatikan, sebab hal tersebut berkaitan dengan keawetan komponen transmisi.
Kemacetan di jalanan raya perkotaan yang membuat kendaraan mobil harus berhenti tentu ada banyak faktornya. Misal Anda terpaksa berhenti di jalan raya karena lampu lalu lintas sedang menyala merah selama beberapa detik atau terpaksa berhenti sejenak akibat kemacetan oleh kendaraan di depan.
Perbedaan waktu berhenti di jalanan akan menentukan jenis transmisi yang harus disetel pada mobil. Untuk kondisi jalanan macet yang tidak terlalu parah sehingga harus berhenti kurang dari 10 detik maka cukup membiarkan tuas tetap pada posisi D.
Pada kondisi berhenti yang sebentar maka Anda cukup membiarkan tuas dalam posisi D untuk membuat lebih sigap saat harus bergerak maju. Membiarkan tuas tetap dalam posisi D saat berhenti sejenak memiliki manfaat agar kinerja pompa hidrolik lebih ringan.
Sementara jika macet yang terjadi cukup panjang dan harus membuat Anda berhenti lebih dari 10 detik, maka transmisi sebaiknya dipindahkan ke posisi netral. Masukkan tuas menuju posisi N kemudian aktifkan rem untuk parkir.
Tujuan memposisikan mobil dalam keadaan ini adalah untuk mencegah mobil bergerak maju saat pedal rem tak sengaja dilepas. Manfaat lainnya adalah agar mesin tidak menjadi berat karena tidak terjadi gesekan di transmisi serta membuat konsumsi BBM lebih hemat.
Sementara jika Anda berkendara menggunakan mobil matic di jalanan yang menanjak dan dalam kondisi macet, maka ada beberapa perbedaan cara mengemudi mobil matic saat macet di tanjakan dengan kondisi jalanan yang rata.
Pasalnya, kondisi jalanan menanjak memiliki risiko mobil dapat bergerak mundur jika salah memposisikan mobil dan mengancam kendaraan lain yang ada di belakang mobil.
Untuk jalanan yang curam di medan pegunungan, maka setel transmisi pada posisi D2 saat kondisi sudah tidak macet dan Anda bisa berjalan. Sementara untuk jalanan yang lebih curam maka Anda bisa memindahkan tuas transmisi ke posisi D1.
Posisi D1 di mobil matic bisa dikatakan hampir mirip fungsinya seperti gigi 1 mobil manual. Posisi D1 juga bisa digunakan saat Anda terjebak macet di jalan yang menanjak dan harus bergerak perlahan.
Terakhir, dilansir dari laman Daihatsu, saat Anda sedang berada pada tanjakan dan jalanan tidak lancar karena adanya macet, maka sebaiknya Anda mengetahui cara memindahkan tuas yang aman.
Anda dilarang untuk tidak menggunakan rem sama sekali atau sebaliknya, menekan rem terlalu kuat saat ingin memindahkan tuas dari posisi D menuju D1 atau D2. Untuk memindahkan tuas dengan aman cukup menekan tombol yang ada di tuas persneling mobil ataupun shifter.