JawaPos.com - Masa Inreyen atau yang biasa disebut masa break-in adalah masa dimana komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian. Proses tersebut tidak hanya bertujuan untuk membiasakan diri anda dengan motor baru Anda sendiri, bahkan komponen-komponen bagian dalam motor tersebut pada dasarnya juga harus melalui proses adaptasi guna menguji kualitas dan kemampuannya dalam menunjang sarana transportasi anda.
Namun pada praktiknya, proses inreyen pada sepeda motor baru sebenarnya masih diliputi banyak mitos. Termasuk yang jadi pertanyaan adalah, apakah sepeda motor modern saat ini yang baru keluar dari pabrik atau diler juga masih membutuhkan inreyen?
Jawabannya adalah tidak perlu lagi. Sebab komponen sepeda motor baru saat ini sudah dibuat menggunakan proses fabrikasi yang lebih canggih dan akurat. Beda dengan zaman dulu.
Baca Juga: Progres Capai 90 Persen, WSBP Suplai Readymix untuk Bangun Gedung Kemenko 3 di IKN
Hal ini juga diamini oleh banyak teknisi ahli dari bengkel-bengkel tepercaya, inreyen pada motor sekarang sudah tidak perlu dilakukan. Inreyen pada motor baru tidak lagi perlu dilakukan karena biasanya motor baru sudah dites dan inreyen di dalam pabrik.
Oleh karena itu, ketika nanti diantarkan ke konsumen motor-motor yang baru keluar dari dealer tersebut bisa langsung dikendarai secara biasa saja. Tanpa perlu perlakuan khusus.
Sebagai informasi, masa inreyen pada motor baru sebenarnya lebih mengarah kepada proses adaptasi komponen motor sebelum layak dan aman untuk digunakan. Pihak pabrik umumnya juga tetap menggarisbawahi pentingnya masa ini karena meskipun motor baru anda sudah mengalami proses pengujian yang ketat di pabrik, setiap produk yang mereka hasilkan belum tentu sepenuhnya dapat langsung digunakan tanpa dilakukan pengujian lebih lanjut oleh penggunanya.
Hal ini diperlukan untuk menjaga kualitas motor tersebut agar tidak cepat rusak setelah beberapa pemakaian saja. Selain itu, proses yang dinamakan masa inreyen ini pada akhirnya juga akan berfungsi untuk menjamin keselamatan Anda dari komponen yang belum sepenuhnya “mengenal” kondisi jalanan, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi kinerja motor anda.
Pentingnya masa inreyen pada motor baru pada akhirnya akan membawa dampak yang positif bagi kualitas serta umur pemakaian motor anda. Meskipun pada kenyataannya komponen-komponen dalam motor tersebut sebelumnya sudah mengalami proses pengujian kualitas di pabrik, namun dalam proses pembuatan komponen tersebut terdapat banyak partikel sisa yang masih menempel dan harus dibersihkan agar tidak menghambat sistem kerja dari komponen yang bersangkutan.
Kita ambil contoh yang terdapat pada mesin motor anda. Proses pembuatan komponen mesin yang harus dilalui cukup panjang mulai dari casting, forging, machining, dan sebagainya pada akhirnya akan meninggalkan sisa-sisa logam berupa serpihan-serpihan logam berukuran sangat kecil yang tentunya sulit untuk dibersihkan secara otomatis.
Ditambah lagi setelah komponen tersebut selesai diproduksi, biasanya akan dicelupkan ke dalam oli pengawet agar tidak mudah teroksidasi akibat kelembaban yang mungkin terjadi pada saat proses distribusi dari pabrik pembuatan komponen (vendor) ke pabrik perakitan motor (manufacture).
Partikel-partikel sisa seperti serpihan logam dan oli pengawet inilah yang harus dibersihkan secara manual dalam masa inreyen untuk mencegah rusaknya komponen mesin motor anda saat motor mulai digunakan.