Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 05.09 WIB

Biar Nggak Gagal Paham, Kenali Perbedaan Plug-in Hybrid, Mild Hybrid dan Full Hybrid

Mesin Mild Hybrid yang ada pada mobil Suzuki. (Suzuki) - Image

Mesin Mild Hybrid yang ada pada mobil Suzuki. (Suzuki)

 
JawaPos.com - Istilah hybrid atau hibrida pada kendaraan khususnya mobil belakangan jadi makin sering terdengar. Hal ini mengikuti tren elektrifikasi yang belakangan juga jadi semakin massif dan banyak hadir di masyarakat.
 
Dengan tenaga hybrid, Anda dapat melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar maupun tenaga listrik. Hybrid juga bisa jadi langkah awal sebelum Anda beralih ke kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sepenuhnya yang full menggunakan baterai dan motor listrik.
 
Namun di pasaran, ada tiga jenis mobil yang menggunakan mesin hibrida ini. Di antaranya plug-in hybrid (PHEV), mild hybrid (MHEV), dan full hybrid (HEV). Masing-masing tentu memiliki kelebihan masing-masing. 
 
 
Mobil hybrid sendiri secara pengertian adalah jenis kendaraan dengan sistem penggerak yang berasal dari dua jenis sumber energi yaitu listrik dan bahan bakar. Kombinasi ini mampu memberikan tingkat efisiensi dalam penggunaan bahan bakar yang lebih tinggi daripada menggunakan mesin konvensional. 
 
Selain itu, mobil hybrid juga mampu mengurangi tingkat polusi sampai 90 persen. Bahkan, biaya perawatannya pun lebih murah daripada mobil biasanya. Fungsi dari motor listrik yang ada di mobil hybrid adalah sebagai generator yang akan aktif ketika pedal rem mulai diinjak. 
 
Pada saat itu, energi yang diperoleh dari proses pengereman akan disimpan di dalam baterai kecil dan akan digunakan saat kendaraan mulai berakselerasi dari posisi diam. Seperti info sebelumnya, bila di pasaran ada tiga jenis mesin hybrid.
 
Plug-in Hybrid 
 
Pertama adalah Plug-in Hybrid atau PHEV. Dilansir dari laman Mitsubishi Motors, sistem hybrid di PHEV ini adalah baterai yang bisa diisi dengan mencolokkan listrik langsung ke mobil menggunakan charger. 
 
Sistem plug-in hybrid ini memungkinkan mobil melaju murni mengandalkan baterai saja. Tentunya dengan catatan, baterai selalu siap menyuplai daya ke motor listrik baik menggunakan wall charger atau generator yang ada pada mobil tersebut.
 
Mild Hybrid 
 
Kedua adalah mesin hybrid tipe mild. Dilansir dari Suzuki Duta Cendana, mild hybrid masih menggunakan mesin konvensional dan mengkombinasikannya dengan generator kecil serta baterai lithium-ion. Mesin ini biasa disebut MHEV. 
 
Fungsi dari energi listriknya yang dihasilkan dari generator dan baterai untuk membantu mesin dalam berakselerasi agar lebih efisien, serta membuat sistem untuk start - stop bisa bekerja dengan lebih lancar. Penggunaan mild hybrid sebagian besar bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi emisi atau polusi. 
 
Terlebih dengan mesin yang tidak menimbulkan suara bising dan bahan bakar yang lebih hemat dari mobil konvensional, tentu mobil hybrid ini menjadi pilihan yang lebih menarik bagi para pengemudi. 
 
Full Hybrid
 
Terakhir, mobil yang menggunakan full hybrid akan memanfaatkan energi listrik sebagai generator bensin dan motor listrik. Dengan mesin full hybrid, maka, ukuran baterainya pun akan lebih besar dari ukuran baterai yang digunakan pada mobil mild hybrid. 
 
Mesin mobil yang memanfaatkan full hybrid, energi listriknya bisa digunakan untuk menempuh perjalanan jarak pendek, biasanya sekitar satu atau dua kilometer. Dengan begitu, penggunaan bahan bakar pun akan lebih hemat. 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore