
Ilustrasi: Powerbank meledak dan terbakar. (GadgetiCloud).
JawaPos.com - Cerita soal powerbank yang meledak dan terbakar saat tengah dicas atau digunakan sebetulnya bukan obrolan baru di masyarakat. Selain memang membantu, banyak yang sudah mengetahui risiko penggunaan perangkat pengisi daya tambahan itu terlebih kalau sampai salah memilih yang abal-abal.
Memang tidak semua perangkat powerbank berbahaya. Banyak yang aman digunakan dengan fitur dan keamanan bersertifikasi tinggi yang bisa dipilih masyarakat.
Namun itu tadi, penggunaan powerbank memang perlu perhatian ekstra dan tidak bisa sembarang, misalnya dicas menggunakan power outlet di kendaraan seperti sepeda motor, mobil atau bahkan bus ketika sedang melakukan perjalanan jauh atau traveling.
Terkait risiko dan kemungkinan meledak dari powerbank saat digunakan juga pernah membuat pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang penumpang pesawat membawa gadget tersebut saat melakukan perjalanan via jalur udara. Penumpang dilarang untuk membawa powerbank dengan ukuran tertentu dalam daftar barang bawaan mereka.
Soal risiko powerbank yang meledak dan terbakar baru-baru ini terjadi dan melibatkan sebuah bus pariwisata. Bus wisata dengan nomor polisi Rembang K 1670 EW terbakar di Jalan Tol Pandaan-Malang, pada Minggu (6/3) sekira pukul 07.25. Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari powerbank yang sedang dicas di dalam bus.
Menjawab tanya terkait apakah berbahaya kalau ngecas powerbank di dalam kendaraan khususnya mobil atau bus, peneliti gawai sekaligus pendiri dari Komunitas Gadtotrade Lucky Sebastian menjelaskan, memang ada potensi bahaya powerbank meledak atau terbakar saat sedang diisi daya di dalam mobil atau bus.
Lucky menerangkan, hal ini berkenaan dengan kapasitas dan listrik dari sumber daya asal di mana arus tegangan dialirkan. "Memang umumnya kapasitas daya baterai powerbank itu besar, tapi apakah mengisi di power outlet mobil atau bus bikin korslet ya masih perlu dilihat lebih lanjut," kata Lucky kepada JawaPos.com.
Apa kah powerbank-nya yang rusak, lanjut Lucky, atau instalasi wiring di kendaraan yang bersangkutan yang bermasalah. Dirinya mengakui memang ada potensi powerbank meledak dan terbakar, tapi itu kalau memang perangkat tersebut yang bermasalah, tidak sesuai spesifikasi atau abal-abal.
"Kita juga harus lihat apakah instalasi kabel di kendaraan misalnya mobil atau bus bermasalah atau tidak, mengisi daya powerbank kan sama dengan mengisi daya baterai smartphone, hanya memang lebih lama. Saya pikir secara matematis ini sama (dengan ngecas smartphone) jadi ya harusnya tidak berbahaya," lanjut Lucky.
Terkait dengan insiden terbakarnya bus pariwisata yang diklaim diakibatkan merupakan dampak dari ngecas powerbank menggunakan outlet pengisi daya, Lucky menyarankan perusahaan karoseri atau teknisi instalasi listrik untuk lebih memperhatikan kualitas kabel dan perhitungan jumlah arus yang ingin dibagi ke setiap kursi penumpang.
"Kan sama dengan listrik rumahan, dayanya berapa, untuk keperluan apa saja, maka kabel seperti apa yang pas digunakan. Harus sesuai spesifikasi. Kalau tidak kan bisa panas, nah ini sama dengan di bus atau kendaraan lain, listrik yang diproduksi sumber daya kan ada ukurannya, dibagi untuk apa saja dan ada hitungannya," tegas Lucky.
Dari sisi penumpang, dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak beli powerbank kualitas abal-abal. Atau jika ketahuan sudah rusak, lebih baik jangan digunakan supaya tidak meledak dan terbakar saat sedang digunakan atau sedang diisi daya dan jadi membahayakan orang lain.
"Terkahir mungkin saat uji kelayakan perlu ditambah item pengecekannya. Kalau selama ini lebih ke mesin, sistem pengereman, ya instalasi listrik juga perlu diperhatikan. Kebutuhan daya gadget masyarakat saat ini kan juga penting, buat perusahaan oto bus juga bisa jadi nilai jual tambah, ya semestinya dicek dengan saksama," tandas Lucky.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
