JawaPos.com - Tesla, sebuah perusahaan mobil listrik telah digugat di Amerika Serikat (AS) karena diduga menggelembungkan klaim jarak tempuh. Setidaknya, tiga pemilik mobil Tesla dari California mengambil tindakan hukum.
Mereka mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah membuat klaim palsu dan memalsukan perkiraan jangkauan atau daya jelajah listrik dalam sekali pengisian daya. Gugatan diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California.
Ketiga pemilik Tesla berharap untuk meningkatkan kasus tersebut menjadi class action sehingga semua pemilik Model 3 baru, Model S, Model Y, dan Model X di California dapat bergabung dalam kasus tersebut dan menuntut ganti rugi. Namun sayangnya, jumlah spesifik untuk tuntutan kerugian yang diincar masih tidak diketahui untuk saat ini.
Dilansir dari Reuters via Gizchina, penggugat mengklaim bahwa ketiga model Tesla tidak mencapai jarak tempuh sebagaimana yang diiklankan. Mereka juga mengklaim bahwa Tesla mengetahui hal ini tetapi terus mengiklankan jarak tempuh yang meningkat untuk mendapatkan keunggulan persaingan dibandingkan merek lain.
Gugatan tersebut mencari ganti rugi bagi penggugat dan perintah pengadilan yang mengharuskan Tesla untuk berhenti menggelembungkan jarak tempuh mobilnya.
Gugatan tersebut mengacu pada artikel Reuters baru-baru ini yang menuduh bahwa CEO Tesla Elon Musk menginstruksikan timnya untuk memberikan perkiraan kisaran "optimis" untuk menarik pengguna membeli mobil tersebut.
Namun, banyak pemilik yang mengajukan keluhan tentang jangkauan mobil dan pusat servis yang terlalu terbebani. Sebagai tanggapan, Reuters mengklaim Tesla membuat "Tim Pengalihan" di Nevada untuk mengurangi jumlah kasus terkait jarak.
Selain itu, gugatan tersebut juga menuduh Tesla melanggar ketentuan garansi mobil dan melakukan penipuan. Ia juga mengklaim bahwa praktik Tesla tidak adil bagi merek lain dan pengguna.
"Secara sederhana, Tesla memiliki kewajiban untuk mengirimkan produk yang berfungsi seperti yang diiklankan," jelas
Adam Edwards, seorang pengacara di Milberg Coleman Bryson Phillips Grossman, sebuah firma hukum yang mewakili pemilik Tesla, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Seperti sudah disinggung di atas, ketiga penggugat mengutip skenario di mana mobil Tesla mereka tidak memiliki jangkauan yang diiklankan. Mereka mengatakan bahwa mereka mengajukan keluhan kepada Tesla tetapi tidak mendapat tanggapan yang baik.
Salah satu penggugat adalah James Porter, pemilik Model Y di Petaluma, California. Porter mengutip sebuah perjalanan di mana dia "menjatuhkan jarak sekitar 182 mil" meskipun dia hanya berkendara sejauh 92 mil atau berkisar 148 km saja.
"Jika Tesla dengan jujur mengiklankan rangkaian mobil listriknya, pengguna tidak akan membeli mobil Model Tesla, atau akan membayar lebih sedikit untuk itu," ungkap Porter.
Menanggapi gugatan ini, Tesla merilis pernyataan yang mengatakan telah memberi tahu pengacaranya tentang kasus tersebut. Dengan kata lain, Tesla tidak menerima atau menolak klaim yang dibuat oleh penggugat. Meski begitu, Tesla menyebut pengguna telah membuat tuduhan serius terhadap perusahaan.