
Syerine Eunike, mahasiswi Teknik Desain Produk, Binus University.
JawaPos.com – Otomotif selama ini kerap dipersepsikan sebagai dunianya laki-laki. Namun pandangan ini tidak berlaku bagi Syerine Eunike dan Hayeon Kim. Dua mahasiswi dari kampus berbeda, negara berbeda, tapi punya ketertarikan yang sama pada otomotif.
"Motivasi masuk kompetisi ini karena aku ingin memberikan message bahwa sebenarnya wanita itu juga bisa menjalani pekerjaan berbau otomotif. Tidak cuma pria, wanita juga bisa," ujar Syerine ditemui di sela-sela perhelatan Shell Eco-marathon Asia-Pasifik dan Timur Tengah 2023.
Mahasiswi semester empat jurusan Teknik Desain Produk Binus University itu mengaku sebenarnya baru tertarik pada dunia otomotif saat masuk kuliah, dan bertemu dengan teman-temannya yang punya kesamaan hobi. Maka saat tahu ada pendaftaran rekrutmen tim DBASE Urban untuk ajang Shell Eco-marathon Asia-Pasifik dan Timur Tengah 2023, Syrene sangat bersemangat dan menawarkan diri sebagai driver.
"Aku menawarkan diri, ketika interview untuk masuk tim, aku ngomong mau jadi driver. Dan kebetulan mereka melihat unik driver cewek, dan juga karena aku lumayan ringan di tim aku, jadi terpilih," kata Syrene.
Bagi Syrene, mengendarai mobil Urban Concept dengan sistem Internal Combustion Engine (ICE) punya tantangan tersendiri, dibandingkan mobil penumpang pada umumnya. Apalagi kompetisi ini mencari inovasi mobil yang paling efisien bahan bakar.
"Handling mobil benar-benar berbeda dari mobil pada umumnya. Yang paling membedakan itu ada di gear shift. Di sini kan enggak ada. Kalau tombol-tombolnya itu kan semua ada di setir. Aku belajar lagi cara mengemudi karena ada cara-cara khusus sehingga mobil ini bisa hemat," kata Syrene yang mengaku belajar menguasai mobil konsepnya sekitar 5-6 bulan lamanya.
Meskipun timnya tidak bisa on track lantaran hanya lolos 9 dari 13 pos pada tahap inspeksi, namun Syrene tidak berkecil hati. Dua pos membuat tim ini gagal beradu di sirkuit yaitu mechanical vehicle design dan energy verification. Sedangkan di dua pos lainnya belum inspeksi yakni telemetry dan final check.
Namun begitu, Syrene tetap bersyukur karena bisa bergabung dalam tim yang sangat bekerja keras dan melakukan yang terbaik dalam kompetisi ini. "Semoga tahun depan bisa ikut lagi. Tidak mudah, tapi aku juga belum ingin menyerah," ujarnya.
Hayeon Kim, mahasiswi Kookmin University, Korea Selatan.
Sama halnya dengan Syrene, Hayeon Kim, mahasiswi tahun ketiga Kookmin University, Korea Selatan, juga tertarik pada dunia otomotif. Persiapan KUST, nama tim dari kampus ini, sudah dimulai 10 bulan lalu, termasuk soal driver.
"Saya tidak mengira akan ditunjuk menjadi driver, karena biasanya saya cuma membuat mobil sebagai engineer," kata Hayeon.
"Banyak driver cowok, jadi driver cewek ada nervous juga. Tapi saya yakin kalau sudah melakukan yang terbaik, akan mendapatkan hasil yang terbaik juga," lanjut perempuan dengan tinggi badan 158 sentimeter dan berat 45 kilogram tersebut.
Sebagai seorang driver dalam kompetisi ini, Hayeon telah mempersiapkan diri jauh-jauh diri. Selain berlatih berkendara, ia juga melatih kesiapan fisik dan mental. Tim KUST dari Kookmin University sendiri akan beradu inovasi dalam kategori Prototype dengan bahan bakar hidrogen.
Dalam tiga kali percobaan, kendaraan prototipe yang diklaim hanya berbobot 34 kilogram ini bisa mencatatkan hasil terbaik di angka 370 km/m3. Hayeon cukup terkejut dengan hasil tersebut, karena dia mengakui ada tantangan cuaca di Mandalika.
"Memang kemarin itu kan hujan deras, treknya licin. Jadi, harus hati-hati dalam berkendara, utamanya di bagian tikungan, harus menjaga posisi," pungkas Hayeon.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
