JawaPos.com - Beberapa hari ini jagat media sosial (medsos) tengah dihebohkan oleh kehadiran Threads, aplikasi pendatang baru yang dibuat Meta. Digarap oleh tim Instagram, aplikasi ini ditujukan untuk menjadi pesaing Twitter.
Karena sedang hits, banyak orang berbondong-bondong menjajal aplikasi ini. Masuk ke aplikasi Threads sangat mudah. Pengguna bisa menautkan akun Instagram mereka untuk kemudian menjadi pengguna Threads.
Masuknya mudah, keluarnya susah. Sebab, jika menghapus profil Threads hal itu juga akan menghapus seluruh akun Instagram Anda. Seperti catatan
The Verge, saat Anda membuka akun Threads, Anda dapat menggunakan kredensial Instagram Anda untuk mendaftar.
Namun dengan melakukan itu, akun Anda di kedua platform menjadi terkait erat. Inilah yang
membuatnya jadi rumit.
Dalam sebuah posting di Threads, Adam Mosseri, Head of Instagram, mengatakan Meta mengetahui masalah ini dan saat ini sedang mencari cara untuk memungkinkan Anda menghapus akun Threads Anda secara terpisah.
Perusahaan juga sedang mengerjakan fitur-fitur yang masih hilang dari aplikasi, termasuk tab berikut, tagar, dukungan fediverse, dan perpesanan. Untuk saat ini, Anda dapat menonaktifkan akun Threads untuk menyembunyikan profil dan konten Anda.
Anda juga dapat menyetel profil Anda ke pribadi atau hanya menghapus utas satu per satu. Sebagai catatan, Anda juga dapat mendaftar akun Threads dengan email atau nomor telepon yang tidak ditautkan ke akun Instagram Anda, sehingga Anda dapat memisahkan profil Anda di kedua platform.
Peluncuran Threads sendiri memang agaknya sengaja mengambil momentum dimana Twitter sedang banyak masalah. Twitter baru-baru ini membuat perubahan yang membuat frustrasi bahkan pengguna yang paling setia sekalipun.
Pertama-tama m, Twitter mencegah orang yang tidak login. Kendati demikian, seperti sudah diberitakan sebelumnya, aturan ini diam-diam diubah lagi oleh Twitter. Kemudian, Twitter kemudian membatasi dengan ketat berapa banyak posting yang dapat dilihat pengguna per hari.
Sekitar 10 juta pengguna mendaftar akun Threads dalam tujuh jam pertama, dan pada pagi pertama setelah tersedia, aplikasi tersebut sudah memiliki 30 juta pengguna. Tak lama setelah Threads diluncurkan, Twitter mengancam akan menuntut Meta, menuduhnya memburu mantan karyawan dan menyalahgunakan rahasia dagang dan kekayaan intelektual.