JawaPos.com - Perkembangan dan kemajuan teknologi melahirkan berbagai inovasi, khususnya di sektor keuangan. Salah satu bentuk inovasi keuangan yang muncul adalah kehadiran mata uang kripto alias cryptocurrency.
Berlaku sebagai alat pembayaran dan sekarang digadang-gadang merupakan instrumen investasi baru, mata uang kripto masih memantik pro dan kontra lantaran risiko tinggi dan memiliki volatilitas tinggi. Meski demikian, tak sedikit investor yang berani menjadikan kripto sebagai aset investasi.
Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia (BI), kehadiran cryptocurrency memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan dari cryptocurrency adalah transfer yang cepat dengan profit investasi yang sangat besar. Kecepatan dan harga cryptocurrency juga sangat menjanjikan.
Untuk Anda yang minat terjun di sektor investasi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satu yang wajib diperhatikan adalah penyedia platform pertukaran (currency) aset digital seperti kripto harus mendapat izin dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti.
Pekan lalu, Bappebti sendiri merilis laporan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 17,25 juta orang pada April 2023 dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,77 triliun. Jumlah investor aset kripto itu meningkat sebanyak 11.000 orang atau naik 0,64 persen dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 17,14 juta orang.
Selain itu, untuk memastikan investasi kita aman, penyedia platform fintech juga harus memiliki izin staking kripto Bappebti. Staking kripto adalah mengunci aset kripto untuk mendapatkan reward atau imbalan, sebuah mekanisme yang digunakan pada blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake.
Di Indonesia, platform pertukaran dan pasar kripto Indonesia, Reku resmi menjadi platform pertama yang mendapatkan persetujuan tertulis untuk menjalankan staking dari Bappebti. Hal ini menjadikan Reku sebagai platform pasar kripto satu-satunya di Indonesia saat ini yang mendapatkan Surat Keputusan Kepala Bappebti mengenai ruang lingkup kegiatan staking per awal Juni lalu.
Di Indonesia, Reku sudah berkolaborasi dengan Bappebti dalam pelaksanaan peraturan dan tata tertib dalam hal staking sejak 2 September 2022 lalu. Legalitas ini memastikan kepada pengguna bahwa aset kripto yang mereka stake di Reku benar-benar di-stake di blockchain dan lebih aman.
Maka dari itu, regulator dapat mengevaluasi, melakukan audit, dan melakukan pengawasan sistem yang dimiliki Reku secara ketat untuk memastikan para staker di Reku terhindar dari risiko penyalahgunaan dana.
Pilihan untuk berinvestasi dengan cara staking ini dapat menguntungkan pengguna lantaran bisa mendapatkan rewards sebagai imbal atas partisipasi mereka dalam perkembangan blockchain
Dalam staking, rewards yang diberikan berupa koin dari jaringan blockchain yang didapatkan dari block reward dan atau pendapatan jaringan. Di Reku, terdapat setidaknya lima koin berbeda yang bisa di-staking dengan rewards hingga 12,5 persen per tahun, mulai dari Cardano (ADA), Ethereum (ETH), Polygon (MATIC), Solana (SOL), Polkadot (DOT), dan Tezos (XTZ).
Robby, CCO dan Co-Founder Reku, menjelaskan, saat ini investasi staking kripto tidak hanya sekadar mendapatkan rewards, melainkan juga keuntungan yang didapat saat terjadi kenaikan harga per koinnya. Dengan kondisi fluktuasi pasar yang masih cukup dinamis, untuk jenis investor yang melihat hasil jangka menengah sampai panjang, investasi di staking ini bisa menjadi pilihan yang cocok.
Lebih menguntungkannya lagi, staking di Reku terbilang fleksibel karena bisa stake dan unstake kapan saja tanpa jumlah minimum. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bappebti terhadap perkembangan ekosistem kripto di Indonesia," jelasnya di Jakarta.
Robby melanjutkan, dukungan ini tidak hanya terpajang dalam bentuk tulisan di Surat Keputusan, namun Reku berkomitmen untuk terus berinovasi demi kemajuan investor di Indonesia dan tetap menjunjung tinggi kepatuhan pada peraturan yang ada.
Untuk menjaga kredibilitas, pihaknya juga menyebut kalau Reku secara konsisten mengirimkan laporan kepada Bappebti setiap hari. Reku juga memberikan transparansi di mana transaksi para pengguna dapat terlihat di blockchain melalui wallet address Reku (publicly verifiable by the users).
Tirta Karma Senjaya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi menambahkan, seleksi yang ketat perlu dilakukan sebelum mendapatkan keputusan kepala Bappebti untuk menerbitkan surat persetujuan penambahan ruang lingkup calon pedagang aset kripto.
"Maka, penting untuk produk staking untuk diberlakukan standarisasi demi menjamin keamanan investor kripto di Indonesia," ungkap Tirta.
Sebagai informasi, didirikan lebih dari lima tahun yang lalu, Reku merupakan salah satu pionir perusahaan Kripto di Indonesia dengan sekitar 500 ribu pengguna hingga saat ini. Sebelumnya, Reku telah memperoleh pendanaan seri A senilai USD 11 juta yang dipimpin oleh AC Ventures, dengan partisipasi dari sejumlah investor terkemuka, termasuk Coinbase Ventures.